Thursday, November 27, 2014

Romantika Seorang Ahli Tajwid Kepada Istrinya Setelah Akad Nikah

 
 Foto Ilustrasi
✔ Dik, saat pertama kali berjumpa denganmu, aku bagaikan berjumpa dengan Saktah hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.

✔ Aku di matamu mungkin bagaikan Nun Mati diantara idgham Billaghunnah, terlihat, tapi dianggap tak ada.

✔ Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,jelas dan terang.
✔ Jika Mim Mati bertemu Ba disebut ikhfa Syafawi, maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

✔ Sejenak pandangan kita bertemu, lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham Mutamaatsilain melebur jadi satu.

✔ Cintaku padamu seperti Mad Lazim. Paling panjang di antara yang lainnya.

✔ Setelah kau terima cintaku, hatiku rasanya seperti Qalqalah Kubro. Terpantul-pantul dengan keras.

✔ Dan akhirnya setelah lama kita bersama, cinta kita seperti Iqlab,ditandai dengan dua hati yang menyatu.

✔ Sayangku padamu seperti Mad Thobi'I dalam quran. Buanyaaakkk beneerrrrr.

✔ Semoga dalam hubungan, kita ini kayak idgham Bilaghunnah ya,cuma berdua, Lam dan Ro'.

✔ Layaknya Waqaf Mu'annaqah, engkau hanya boleh berhenti di salah satunya, dia atau aku ?

✔ Meski perhatianku ga terlihat kaya Alif Lam Syamsiah, cintaku padamu seperti Alif Lam Qomariah, terbaca jelas.

✔ Dik, kau dan aku seperti Idghom Mutajanisain. perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya.

✔ Aku harap cinta kita seperti Waqaf Lazim, terhenti sempurna di akhir hayat.

✔ Sama halnya dengan Mad 'Aridh dimana tiap mad bertemu Lin Sukun Aridh akan berhenti, seperti itulah pandanganku ketika melihatmu.

✔ Layaknya huruf Tafkhim, namamu punbercetak tebal di fikiranku.

✔ Seperti Hukum Imalah yang dikhususkan untuk Ro' saja, begitu jugaaku yang hanya untukmu.

✔ Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti Mad Aridlisukun.
READ MORE - Romantika Seorang Ahli Tajwid Kepada Istrinya Setelah Akad Nikah

Tuesday, July 15, 2014

Sholat Sunnat Lailatul Qodar

Assalamu'alaikum wr. wb

Shalat Lailatul Qodar adalah shalat sunnat karena mengharapkan karunia kemulyaan malam lailatul qodar.

Shalat ini dilaksanakan sepanjang malam ba'da shalat tarawih pada tanggal 21 sampai dengan malam terakhir bulan ramadhan sebanyak 4 raka'at 2x salam.

Niatnya adalah:
ushollii sunnatal lailatil qodri rok'ataini lillaahhi ta'aalaa.

"Aku berniat melaksanakan sholat lailatul qodar karena Allah Ta'ala".

Dan pada setiap raka'at ba'da fatihah membaca surat At-Takatsur 1x dan Al-Ikhlas 3x. 


Setelah selesai salam pada raka'at akhir memperbanyak wirid:

alloohumma innaka 'afuwwung kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Mulia, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku".


Semoga bermanfaat. Wassalam
READ MORE - Sholat Sunnat Lailatul Qodar

Friday, July 4, 2014

Tips Sukses Beribadah Ramadhan

Berikut dibawah ini beberapa tips sukses ala ikhwan Thoriqot Qodiriyyah Naqsabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya.
Tips sukses beribadah Ramadhan:

1. Agar puasa bermanfaat bagi kesehatan, lakukanlah praktek puasa Rasulullah sebagai berikut : 1) mengakhirkan makan sahur dan tidak berlebihan, 2) menyegerakan berbuka apabila datang waktu maghrib, sunnah dengan makanan yang manis (biasanya Rasulullah berbuka dengan 3 buah kurma) dan makan tidak berlebihan agar waktu melaksanakan sholat maghrib dzikir, khotaman, dan sholat-sholat sunnat lain tidak malas karena terlalu kenyang.

2. Melakukan qiyamu Ramadhan (tarawih) setelah melakukan sholat Isya dan sholat sunnat. Dan dilanjutkan dengan khotaman. 

3. Usahakan puasa kita termasuk kategori puasa khusus, yaitu di samping menahan lapar, haus dan mencegah segala hal yang membatalkan puasa. Puasa kita akan menjadi ibadah sangat istimewa jika disertai dengan dzikir. Dengan dzikir otomatis dapat mencegah dari hal-hal yang dapat merusak pahala puasa, yaitu marah, berkata ngelantur, bohong, menggunjing, sumpah palsu, mengadudomba (provokasi), memfitnah, bermusuhan dan melihat dengan syahwat serta melihat sesuatu yang mendorong lupa kepada Allah, menjaga telinga dari mendengar yang tidak baik, dan menjaga seluruh anggota badan dari perbuatan dosa.  

4. Melakukan Riyadhoh sesuai anjuran ustad. Di samping mendapat keutamaan ibadah, Riyadhoh (qiyamul lail) ini pun sangat bermanfaat bagi kesehatan, karena sebelum sholat, kita melaksanakan mandi taubat yang sering dilakukan oleh Rosulullah. Untuk cara Riyadhoh lihat posting sebelumnya Riyadhoh selama 40 hari.

5. Memperbanyak tadarus Al-Qur'an, i'tikaf dan dzikir. Membaca qur'an satu juz satu hari. Satu juz sekitar 10 lembar. 10 lembar dibagi 5 waktu sholat (Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya') menjadi 2 lembar. Artinya jika kita membaca 2 lembar aja setelah kita melakukan sholat fardhu dan dzikir kita akan dapat menyelesaikan 1 juz setiap harinya. Jadi 30 hari atau sebulan seluruh Qur'an dapat diselesaikan. Rosulullah mengkhatamkan qur'an setiap bulannya.

6. Memperbanyak sedekah, terlebih-lebih memberi makanan untuk orang yang berbuka puasa. Baca juga postingan Ide-Ide Sedekah di bulan Ramadhan.

7. Upayakan kita memperoleh keutamaan lailatul qadr, yaitu beribadah pada satu malam di bulan Ramadhan yang persisnya dirahasiakan. Dalam berbagai hadits, dijelaskan, kemungkinan datangnya lailatul qadr pada malam-malam ganjil di 10 malam akhir Ramadalan. Jadi ajak seluruh keluarga untuk beribadah di masjid.

8. Perbanyak amal saleh, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dalam hubungan dengan sesama manusia, karena pahalanya dilipatgandakan. 

9. Bayar zakat fitrah sebelum shalat idul fitri.

10. Manfaatkan idul fitri untuk bersilaturahim (Halal bi halal) dan saling memaafkan, sehingga kita bersih dari dosa dalam hubungan antar sesama manusia. Insya Allah dengan puasa dan tarawih, dosa dalam hubungan dengan Allah telah diampuni. Maka pada idul fitri, kita bagaikan bayi yang baru dilahirkan, tidak ada dosa sedikitpun. Dan mendapatkan predikat orang yang bertaqwa. Amin.

Semoga bermanfaat

Sumber:
Tausiyah KH. Moh. Ali Hanafiah Akbar
READ MORE - Tips Sukses Beribadah Ramadhan

Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka


Ini satu kisah yang patut kita renungkan baik-baik. Kebanyakan kaum muslimin mengira bahwasanya yang menentukan seseorang itu masuk ke dalam surga ataukah tidak adalah ditentukan semata-mata dari amalannya. Artinya, apabila amalannya baik dan benar maka pastilah dia akan masuk surga. 

Anggapan seperti ini sebenarnya tidaklah bisa disalahkan secara mutlak, dan tidak pula bisa dianggap benar secara mutlak pula. Sebabnya adalah karena adanya firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menerangkan bahwa amalan shalih merupakan penyebab masuknya kaum mukminin ke dalam surga. Di antaranya adalah firman Allah ta’ala:

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” [QS Al A’raf: 43]

Allah juga berfirman:
كَذَلِكَ يَجْزِي اللَّهُ الْمُتَّقِينَ (31) الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salamun ‘alaikum, masuklah kalian ke dalam surga disebabkan apa yang telah kalian kerjakan.” [QS An Nahl: 31-32] 

Namun ada sebuah hadits shahih yang menerangkan bahwa amalan seseorang itu tidaklah bisa memasukkan dirinya ke dalam surga. Hadits tersebut datang dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

“Amalan seseorang itu tidak akan bisa memasukkannya ke dalam surga.” Para sahabat bertanya: “Tidak juga anda, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Tidak pula aku, akan tetapi Allah telah melimpahkan keutamaan dan rahmat-Nya kepadaku.” [HR Al Bukhari (5673) dan Muslim (2816)]

Hadits di atas menerangkan bahwa amalan seseorang itu bukanlah penyebab bagi seseorang untuk masuk ke dalam surga. Bahkan termasuk amalan Rasulullah صلى الله وسلم sendiri bukanlah itu yang menyebabkan beliau masuk surga. Hanya saja Allah telah menjamin beliau pasti akan masuk surga berkat kemurahan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah bersabda:''Tidaklah amal perbuatan itu menyelamatkan salah seorang diantara kalian'''.Mereka bertanya''walaupun pada engkau,wahai Rasul?''Beliau menjawab''walaupun aku,tapi aku diberi limpahan oleh Allah limpahan rahmatNya.Maka dari itu berbuat baiklah,dekatkan diri kalian kepadaNya,beribadahlah diwaktu 
siang dan sebagian diwaktu malam.Sederhanakanlah( dalam ibadah),jangan terlalu banyak,dan juga jangan terlalu sedikit,supaya kalian mencapai ridhaNya.(hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad).

Meski kita rajin beribadah sehingga orang-orang mengira kita ahli surga, tapi jika akhlak kita buruk dan suka menyakiti sesama niscaya kita akan masuk neraka. Hablum minallah (hubungan dengan Allah) harus sejalan dengan hablum minannas (hubungan dengan manusia). Ini kisahnya:
Alkisah.. Suatu hari, seperti biasa Rasululloh saw dan para sahabat berkumpul di masjid. Di depan masjid itu ada sebuah rumah, di rumah itu tinggal seorang wanita yang dikenal sebagai ahli ibadah di lingkungan tempat tinggalnya, sebut saja `si fulanah`. Saat si fulanah keluar rumah hendak melaksanakan sholat berjama`ah di masjid, para sahabat memuji-mujinya dan ada yang berkata, `tentulah si fulanah itu ahli surga, karena dia senantiasa puasa di siang hari dan sholat di malam hari.` Kemudian Rasululloh saw beranjak dari tempat duduknya dan menjawab,

`TIDAK! Hiya fin naar.. Hiya fin naar.. Dia ahli neraka.. Dia ahli neraka..`

Para sahabat bertanya-tanya, `kenapa?`.

Karena mulutnya sering menyakiti orang lain. Dia suka mengganggu tetangganya dengan ucapannya. Seluruh amal ibadahnya hancur, karena dia punya akhlak yang buruk. Dia menjadi ahli neraka karena ibadahnya tidak mampu menjadi motivasi baginya untuk berakhlak yang baik.

`Man kana yu`minu billahi wal yaumil akhir fal yakul khoiron aw liyashmut,` barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.` (HR. Bukhori no. 6018)

Hadits lain yg serupa: “Dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash ra dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Muslim ialah orang yang semua orang Islam lainnya selamat dari kejahatan lidah -ucapan- dan kejahatan tangannya -perbuatannya-. ” (Muttafaq ‘alaih)
READ MORE - Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka

Wanita Pertama Penghuni Surga

Gambar Ilustrasi

Wanita Pertama Penghuni Surga bukanlah putri seorang nabi, atau istri para sahabat melainkan Dialah Mutiah. Mengapa bisa demikian? Siti Fatimah Putri Rasul pun sangat penasaran dibuatnya. Siapakah Mutiah ini?? Apa kehebatannya sampai dia diberikan penghargaan yang sangat mulia itu?? Ikuti kisahnya dibawah ini.

Kisahnya.
Suatu hari putri Nabi SAW. Fatimah Az Zahra ra. bertanya kepada Rasulullah SAW., siapakah wanita pertama yang memasuki surga setelahUmmahatul Mukminin setelah istri-istri Nabi SAW.? Rasulullah bersabda: Dialah Mutiah.

Berhari-hari Fatimah Az Zahra berkeliling kota Madinah untuk mencari tahu keberadaan siapa Mutiah itu dan dimana wanita yang dikatakan oleh Nabi SAW. itu tinggal. Alhamdulillah dari informasi yang didapatkannya, Fatimah mengetahui keberadaan dan tempat tinggal Mutiah di pinggiran kota Madinah.

Atas ijin suaminya Ali bin Abi Thalib, maka Fatimah Az Zahra dengan mengajak Hasan putranya untuk bersilaturahmi ke rumah Mutiah pada pagi hari. Sesampainya di rumah Mutiah, maka Fatimah yang sudah tidak sabar segera mengetuk pintu rumah Mutiah dengan mengucapkan salam.

“Assalaamu’alaikum ya ahlil bait.” Dari dalam rumah terdengar jawaban seorang wanita, “Wa’alaikassalaam … siapakah diluar?” lanjutnya bertanya. Fatimah menjawab, “Saya Fatimah putri Muhammad SAW.” Mutiah menjawab, “Alhamdulillah, hari ini rumahku dikunjungi putri Nabi junjungan alam semesta.”

Segera Mutiah membuka sedikit pintu rumahnya, dan ketika Mutiah melihat Fatimah membawa putra laki-lakinya yang masih kecil (dalam riwayat masih berumur 5 tahun). Maka Mutiah kembali menutup pintu rumahnya kembali, terkagetlah Fatimah dan bertanyalah putri Nabi SAW kepada Mutiah dari balik pintu.

“Ada apa gerangan wahai Mutiah? Kenapa engkau menutup kembali pintu rumahmu? Apakah engkau tidak mengijinkan aku untuk mengunjungi dan bersilaturahim kepadamu?”

Mutiah dari balik pintu rumahnya menjawab, “Wahai putri Nabi, bukannya aku tidak mau menerimamu di rumahku. Akan tetapi keberadaanmu bersama dengan anak laki-lakimu Hasan, yang menurut ajaran Rasulullah tidak membolehkan seorang istri untuk memasukkan laki-laki ke rumahnya ketika suaminya tidak ada di rumah dan tanpa ijin suaminya. Walaupun anakmu Hasan masih kecil, tetapi aku belum meminta ijin kepada suamiku dan suamiku saat ini tidak berada dirumah. Kembalilah besok biar aku nanti meminta ijin terlebih dahulu kepada suamiku.”

Tersentaklah Fatimah Az-Zahra mendengarkan kata-kata wanita mulia ini, bahwa argumentasi Mutiah memang benar seperti yang diajarkan ayahnya Rasulullah SAW. Akhirnya Fatimah pulang dengan hati yang bergejolak dan merencanakan akan kembali besok hari.

Pada hari berikutnya ketika Fatimah akan berangkat ke rumah Mutiah, Husein adik Hasan rewel tidak mau ditinggal dan merengek minta ikut ibunya. Hingga akhirnya Fatimah mengajak kedua putranya Hasan dan Husein. Dengan berpikir bahwa Mutiah sudah meminta ijin kepada suaminya atas keberadaannya dengan membawa Hasan, sehingga kalau dia membawa Husein sekaligus maka hal itu sudah termasuk ijin yang diberikan kepada Hasan karena Husein berusia lebih kecil dan adik dari Hasan.

Namun ketika berada didepan rumah Mutiah, maka kejadian pada hari pertama terulang kembali. Mutiah mengatakan bahwa ijin yang diberikan oleh suaminya hanya untuk Hasan, akan tetapi untuk Husein Mutiah belum meminta ijin suaminya.

Semakin galau hati Fatimah, memikirkan begitu mulianya wanita ini menjunjung tinggi ajaran Rasulullah SAW. dan begitu tunduk dan tawaddu’ kepada suaminya.

Pada hari yang ketiga, kembali Fatimah bersama kedua anaknya datang ke rumah Mutiah pada sore hari. Namun kembali Fatimah mendapati kejadian yang mencengangkan, dia terkagum. Mutiah didapati sedang berdandan sangat rapi dan menggunakan pakaian terbaik yang dipunyai dengan bau yang harum, sehingga Mutiah terlihat sangat mempesona.

Dalam kondisi seperti itu, Mutiah mengatakan kepada Fatimah bahwa suaminya sebentar lagi akan pulang kerja dan dia sedang bersiap-siap menyambutnya. Subhanallah, kita merindukan istri yang demikian. Yaitu ketika suami pulang kerja dia berusaha menyambutnya dengan kondisi sudah mandi, sudah berdandan, sudah memakai pakaian yang bagus, dan siap menyambut kedatangan suami di halaman rumah dengan senyuman terindah penuh kasih dan sayang. Ya Allah, jadikanlah istri-istri kami seperti Mutiah.

Akhirnya Fatimah pulang kembali dengan kekaguman yang tak terperi kepada Mutiah. Dan pada hari yang keempat, Fatimah datang kembali ke rumah Mutiah lebih sore dan berharap bahwa suaminya sudah berada di rumah atau sudah pulang dari kerja. Dan Alhamdulillah memang pada saat Fatimah datang, suami Mutiah baru saja sampai di rumah pulang dari kerja.

Fatimah dan kedua anaknya Hasan dan Husein dipersilahkan masuk oleh Mutiah dan suaminya ke rumahnya. Fatimah melihat sebuah pemandangan yang jauh lebih mengesankan dibanding dengan yang dihadapinya sejak hari pertama. Mutiah sudah menyiapkan baju ganti yang bersih untuk suaminya, sambil menuntun suaminya ke kamar mandi. Mutiah terlihat mulai melepaskan baju suaminya, dan mereka berdua hilang masuk ke bilik kamar mandi. Dan yang dilakukan oleh Mutiah adalah memandikan suaminya. Subhanallah… Tsumma Subhanallah.

Selesai memandikan suaminya, Fatimah menyaksikan Mutiah menuntun suaminya menuju ke tempat makan. Dan suaminya sudah disiapkan makanan dan minuman yang dimasaknya seharian. Sebelum memakan makanan yang sudah disiapkan, Mutiah masuk ke dalam rumah dan keluar dengan membawa cambuk sepanjang 2 meter dan diberikan kepada suaminya dengan mengatakan.

“Wahai suamiku, seharian aku telah membuat makanan dan minuman yang ada didepanmu. Sekiranya engkau tidak menyukai dan tidak berkenan atas masakan yang aku buat, maka cambuklah diriku.”

Tanpa bertanya apa-apa, Fatimah sudah memahami apa yang dikatakan oleh ayahnya Rasulullah SAW. tentang wanita pertama penghuni surga setelah para istri Nabi yaitu Mutiah.

Fatimah pulang menangis haru dan bahagia karena sudah mendapatkan jawaban bagaimana istri yang sholihah. Seperti yang ada pada diri Mutiah, yang mendapatkan kehormatan sebagai wanita yang paling dahulu memasuki surga Allah SWT.
READ MORE - Wanita Pertama Penghuni Surga

Wednesday, June 25, 2014

Riyadhoh Selama 40 Hari Di Pondok Pesantren Suryalaya (Dimulai dari 10 malam terakhir di bulan Sya'ban sampai akhir Ramadhan)

Dulu sebelum saya mengenal istilah riyadhoh, saya pernah bertanya kepada salah satu ikhwan Thoriqot Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya, "Riyadhoh bisa dilakukan di rumah?" Ikhwan tersebut menjawab, "Riyadhoh itu dilakukan di Pondok (masjid) bukan di rumah. Kalau di rumah namanya sholat malam. Riyadhoh itu seolah-olah kita meninggalkan urusan duniawi. Istri, harta, pangkat, jabatan. Tujuannya adalah "Ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi 'atini mahabbataka wa ma'rifataka"  
Setelah saya mengikuti riyadhoh di Pondok Pesantren Suryalaya, memang qiyamul lail (sholat malam) yang biasa saya lakukan berbeda dengan sholat disini. Penasaran bukan? Oke bagi yang belum mengenal istilah riyadhoh dibawah ini sedikit definisi tentang kata tersebut.

Riyadhoh berasal dari bahasa Arab yang artinya latihan. Karena yang akan kita bahas disini adalah latihan dalam hal beribadah. Jadi definisi dari Riyadhoh adalah sebuah rangkaian kegiatan untuk melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini kita kaitkan dengan perbaikan diri melalui perbaikan ibadah.

Lalu kenapa harus 40 hari?

Kata KH. Moh. Ali Hanafiah Akbar, Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim dan Indonesia Timur di dalam 40 hari ada janji Allah. Barangsiapa melakukannya dengan istiqomah tanpa terputus satu hari pun. Insya Allah semua hajatnya akan terpenuhi. Dan juga berdasarkan sebuah penelitian di bidang psikologi, otak bawah sadar manusia akan membentuk memori suatu kebiasaan/ habit dalam masa 40 hari.

Jadi semisal ingin merubah kebiasaan, katakanlah kebiasaan bangun siang menjadi bangun pagi jam 02.OO WIB, maka lakukanlah latihan pembiasaan bangun pagi setidaknya selama 40 hari. Maka kebiasaan bangun pagi itu akan lebih mudah untuk diteruskan. Karena kebiasaan ini menyangkut otak bawah sadar kita.


Nah, kegiatan Riyadhah 40 hari di Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim dan Indonesia Timur itu apa saja yang dilakukannya. Berikut dibawah ini rinciannya yang pernah saya ketahui:

Setelah bangun tidur terus melakukan mandi dengan niat Mandi Taubat. Dan paling baik dilaksanakan di antara jam 01.30 pagi.Tata caranya seperti mandi junub, yaitu mengucurkan air dari ujung rambut sampai telapak kaki, dengan memulai kucuran air pertama pada kepala sambil membaca:

"robbii angzilnii mungzalam mubaarokaw wa angta khoirul mungziliina.

"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang penuh berkah. Dan Engkaulah Dzat yang sebaik-baiknya memberikan tempat".

Setelah memasuki masjid melakukan sholat syukrul wudhu, sholat tahiyatul masjid, sholat taubat, dilakukan dengan sendiri-sendiri (munfarid)

Tepat pukul 02.00 WIB dilakukan dengan berjama'ah Shalat Tahajjud 12 Rakaat + Sholat Tasbih 4 rakaat + Sholat Witir 11 Rakaat

Setelah selesai melakukan sholat-sholat diatas terus dilanjutkan membaca:

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ishbiruu washaabiruu waraabithuu waittaquu allaaha la'allakum tuflihuuna
[3:200] Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Setelah itu dilanjutkan dengan berdzikir sebanyak-banyaknya dengan lisan dan hati, dan doa seperti yang telah diajarkan.

Masuk waktu shubuh melakukan sholat fajri 2 rakaat, sholat qobliyah shubuh 2 rakaat, sholat lidaf'il bala' 2 rakaat. (sholat-sholat sunnat tersebut dilakukan dengan munfarid)

Dan dilanjutkan dengan sholat shubuh berjamaah disertai dengan dzikir dan khotaman.

Pada pukul 05.30 WIB, setelah matahari terbit dengan sempurna, melakukan sholat isroq 2 rakaat, sholat istiadzah 2 rakaat, sholat istikharah 2 rakaat, sholat sirrullah 2 rakaat dengan berjamaah.

Ditutup dengan sholawat bani hasyim dan doa.

Sumber:
Amalan TQN Ponpes Suryalaya
READ MORE - Riyadhoh Selama 40 Hari Di Pondok Pesantren Suryalaya (Dimulai dari 10 malam terakhir di bulan Sya'ban sampai akhir Ramadhan)

Wednesday, June 11, 2014

Sholat Sunnat Nisfu Sya'ban

Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy, Qs berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.”

Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban.

Al-Imam As-Subkiy.ra berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).


Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Sholat Nisfu Sya'ban

Shalat Sunnat Nisfu Sya'ban berdasarkan keterangan dari Hadits Nabi Saw. yang terdapat dalam kitab al-Ghoniyyah litthoolibi thoriqil haq lisyaikhi 'abdil qoodiiril jailanil hasani (Dari kitab Ghoniyyah bagi orang-orang yang mencari jalan Allah yang haq, karangan Syekh Abdul Qodir Jailani keturunan Hasan bin 'Ali) halaman 192.
 
Artinya : Fasal ini menerangkan tentang shalat yang berlaku pada malam Nisfu Sya'ban. Adapun shalat yang dilaksanakan pada malam Nisfu Sya'ban adalah 100 rakaat dengan 1000 kali membaca Qul huwalloohu ahad. Pada setiap rakaat setelah membaca Fatihah kemudian membaca Qul Huwalloohu ahad 10 kali. Dan shalat semacam ini disebut sholaatul Khoiir; bermacam-macam keberkahannya. Ulama shalaf yang sholeh selalu berkumpul untuk melaksanakan shalat ini (shalat Nisfu Sya'ban) serta dilaksanakan dengan cara berjamaah. Di dalam shalat sunat nisfu ini terdapat keutamaan yang banyak dan pahala yang berlipat ganda.

Diriwayatkan dari al-Hasan Rohimahullooh, sesungguhnya ia berkata : telah memberitakan kepadaku 30 orang Sahabat-sahabat Rasulullah Saw. "Sesungguhnya siapa-siapa yang mengerjakan shalat pada malam ini yakni (malam Nisfu Sya'ban), maka Allah memberi kepadanya 70 kali penglihatan dan Allah memberi kepadanya pada setiap penglihatan 70 kebutuhan, pemberian yang paling rendah adalah ampunan Allah Swt.

Shalat Nisfu Sya'ban dilaksanakan pada malam 15 bulan Sya'ban. Pada malam ini, ditutuplah "Buku Catatan Perjalanan Hidup" setiap manusia. Dan akan dibuka lembaran buku baru untuk tahun yang akan datang.

Kita berharap, akhir dan awal dari lembaran buku catatan hidup kita diisi dengan amal kebaikan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan Shalat sunat Nisfu Sya'ban.

Shalat ini sebanyak 100 rakaat, 1000 (Surat Al-Ikhlas) qulhuwalloohu ahad.

Niatnya:

Usholli sunnatan nisfu sya'ban rok'ataini (imaaman/ma'muuman) lillahi ta'alaa. Allaahu akbar

"Aku niat shalat sunat nisfu sya'ban 2 rakaat (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allahu akbar".

Banyaknya: 100 rakaat (50 kali salam), lebih baik berjamaah.

Bacaannya: Setiap rakaat setelah Fatihah membaca surat al-Ikhlas (Qulhu walloohu ahad) 10 kali.

Waktunya:

Setelah shalat sunat ba'diyah Maghrib, kemudian dilanjutkan setelah Isya (Fardhu Maghrib, dzikir, ba'diyah Maghrib, Nisfu Sya'ban, (masuk Isya), shalat sunat qobliyah Isya, Fardhu Isya, Ba'diyah Isya, dzikir,
(lanjutan Nisfu Sya'ban).

Do'a setelah shalat sunat Nisfu Sya'ban:
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan yang membangkitkan dan tak ada yang sanggup membangkitkan kecuali Dia, ya Tuhan yang Maha Luhur dan Agung dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti. Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/ tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan-Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata- kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad saw.), "Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly". Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya'ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala'i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah".

Semoga bermanfaat

Sumber:
- Amalan TQN PP. Suryalaya
- Bimbingan Ibadah
READ MORE - Sholat Sunnat Nisfu Sya'ban

Tuesday, June 10, 2014

Ide-Ide Sedekah di Bulan Ramadhan

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Sebenarnya tulisan ini hasil BBM teman saya yang saya posting. Karena menurut saya isinya sangat menarik untuk dibaca serta diamalkan di bulan yang penuh berkah ini.

  1. Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jama'ah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Dan akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya.
  2. Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu sedikit untuk disumbangkan untuk berbuka bersama anak yatim, dhuafa, para penghuni panti jompo, penjara atau saudara yang terabaikan.
  3. Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukkan uang receh 3-5 ribu ke dalamnya, jika sudah genap satu bulan, buka kotak itu dan bersedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulannya.
  4. Letakkan meja kecil di depan pagar rumah atau di pinggir jalan yang biasa orang berlalu lalang, letakkan diatasnya air mineral dan kue-kue untuk berbuka. Beri tulisan "Silahkan ambil gratis".
  5. Jika ada waktu luang, ajak anak-anak, adik, kakak, dan teman-teman membagikan kurma dan air mineral di pinggir jalan raya. Berikan kepada penumpang angkot yang mungkin tidak sempat berbuka di rumah.
  6. Mumpung bulan puasa, belilah mushaf (Al-Qur'an) letakkan di salah satu masjid agar orang yang bertadarus dapat menggunakannya. Bayangkan berapa pahala yang akan kamu dapat pada setiap huruf yang mereka mau membacanya.
  7. Jangan biarkan kamu tertidur, melainkan telah kau ampuni setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu)
Semoga bermanfaat dan semoga kita semua dapat mengamalkannya. Amin
READ MORE - Ide-Ide Sedekah di Bulan Ramadhan

Wednesday, June 4, 2014

Jangan Berputus Asa Saudaraku...

This post is dedicated to my sister (DJD)

Saudaraku.. Kita harus terus bertawakkal kepada Allah, Dan terus berprasangka baik padaNya. Karena sesungguhnya Allah tergantung prasangka hambaNya. Jangan pernah menyerah dan berputus asa dari pertolongan dan rahmatNya. Pasrahkan kepada Yang Maha Hidup lagi memperhatikan makhlukNya, Pasrahkan kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Mintalah pada Nya agar diberi pertolongan, taufiq, dan ketabahan. Dan membukakan untukmu jalan keluar.

Suatu hari Rasulullah SAW memasuki masjid dan melihat Abu Umamah. Beliau bersabda: "Wahai Abu Umamah, kenapa engkau duduk di masjid sementara ini bukan waktu sholat?" Dia menjawab: "Ya Rasulullah, aku dilanda kesulitan dan terlilit hutang." Rasulullah bersabda: "Maukah engkau kuajarkan sebuah doa? Apabila kau baca maka Allah SWT akan menghilangkan kesedihan dan melunasi hutangmu." Bacalah doa: 
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari Al-hamm dan Al-hazn. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia."

Doa yang indah dan mengandung keberkahan, doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, doa yang mustajab atas izin Allah. Tidaklah seorang hamba berdoa demikian, yakin dengannya, dan memahami maknanya. Melainkan Allah akan meringankan dan memberinya jalan keluar. Abu Umamah berkata: "Setelah membaca doa tersebut , Allah berkenan menghilangkan kesedihanku dan membayar lunas hutangku."

Al-hamm adalah apa yang membebani pikiran dari sesuatu yang belum terjadi. Dan Al-hazn dari sesuatu yang telah terjadi. Dua keadaan ini sudah tercakup di dalamnya. Kerisauanmu terhadap apa yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Dia memerintahkan agar engkau berlindung padaNya. Karena manusia itu lemah, dia selalu diliputi kekhawatiran sepanjang hidupnya. Tidaklah dia keluar dari satu kekhawatiran, melainkan masuk pada kekhawatiran yang lain. Tidaklah dia selamat dari satu kesulitan, melainkan dia bertemu kesulitan yang lain.

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (Q.S. Al-Balad: 4)

Tiada yang dapat mengusir rasa khawatir, dan menghilangkan penderitaan kecuali Yang Maha Hidup dan Mengurus makhlukNya, Yang Tidak Pernah Tidur dan Mengantuk.

Saudaraku.. 
Allah menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu dan memberimu kesabaran diatas musibah.
Allah menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu sehingga hatimu kembali tunduk pada Nya.
Allah menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu saat engkau mengalihkan perhatianmu padaNya sehingga engkau menghadapNya karena kesedihanmu, dan mengadu padaNya diatas kesulitanmu.

Dan engkau pun berkata:
"Wahai Tuhanku, kepada siapa Engkau meninggalkanku? Apakah ke orang lemah yang membenciku? Atau kepada musuh yang diberikan kuasa atas diriku?"

Sehingga engkau berdoa:
Ya Allah.. Wahai yang menjawab kesusahan disaat mengadu
PadaMu aku mengadu, padaMu aku berlindung, Wahai Yang Maha Agung
Ya Allah.. Zat yang menghapus musibah dari Ayyub dan yang menghilangkan kesulitan dari Yunus, dan Engkau menghilangkan kesulitan dari hambaMu, dan menghapus segala musibah. Hapuslah kesulitanku, dan hilangkan kesedihanku. Jangan jadikan aku hambaMu yang sengsara.
Ya Allah.. jangan Engkau halangi kebaikan dariMu, akibat keburukanku.

Saudaraku.. Teruslah berdoa, dengan penuh ketundukan.
Sesungguhnya kasih sayang Allah melebihi kasih sayangmu pada dirimu sendiri! Jika engkau memanjatkan doa seperti ini, dari hati yang mengimani Allah. Yakinlah, bahwa Allah tidak akan mengecewakanmu. 
Jika seorang hamba memohon dengan ikatan kuat pada Allah dan tulus dalam doanya maka pintu langit akan terbuka untuknya.
Jika ia meminta pada Allah, tulus dari hatinya dan musibah menimpa dirinya berupa penyakit fisik dan kesedihan.
Ketika dokter telah memeriksa penyakitnya, dan derita menderanya atau kesulitan keluarga menimpanya.
Disaat harusnya dia tertawa, namun musibah membuatnya menangis, kesulitan membuatnya menangis, dan membuatnya guncang.
Jika seorang hamba telah sampai pada titik ini, maka ia akan hadapkan dirinya kepada Yang Maha Besar, dengan tulus dan keyakinan, inilah tujuan dari sebuah ujian.

Tujuan dari ujian adalah agar engkau lari menuju Allah
Tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba mengadu padaNya sehingga hamba tersebut menghadap kepada Allah

Jika hutang terlalu berat, ingatlah Yang Maha Kaya, ingatlah Allah, yang lebih hebat dari hutang tersebut dan lebih hebat dari apapun.
Jika kesulitan menimpa keluargamu, ingatlah bahwa Allah mendengarmu. Allah Maha Melihat, Allah Maha Penyantun, Allah Maha Pengasih.

Maka berdoalah:
"Ya Allah.. Engkau Maha Tahu keadaanku, kelemahanku, dan apa yang kubutuhkan."
"Ya Allah.. padaMu aku datang, dan padaMu aku mengadu"
"PadaMu aku meminta pertolongan, dan padaMu aku bersandar"
"Aku yakin Engkau memelihara segala urusanku, dan aku berlindung padaMu"
"Aku yakin dan berserah diri padaMu"

Jika engkau memanjatkan doa ini, maka pintu langit akan terbuka. Jika engkau menjawab musibahmu dengan doa ini maka engkau berhak dihapuskan musibahmu dan segala beban diringankan. Sesungguhnya jika Allah membantumu, maka bantuan akan datang dari arah yang tak terduga

Saudaraku..
Saat dunia tidak mendukung seorang hamba,
Saat orang-orang mengecewakanmu,
Saat yang dicintai dan karib meninggalkanmu,
Saat kau berharap pada manusia, dan mereka mengecewakanmu,
Saat kau menaruh harapan pada selain Allah, dan mereka tidak memenuhi harapanmu. Pada titik ini, ketahuilah bahwa Allah ingin agar engkau beralih padaNya.
Orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Allah
Orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang mentautkan hatinya pada Allah

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya pada Allah, dan dia pun mengerjakan kebaikan.” (Q.S. An-Nisa: 125)

Saudaraku.. Yakinlah bahwa bantuan akan datang dari Allah
Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa bukan mereka yang membuat engkau mulia atau hina
Ketika manusia mengejekmu dan engkau memelas pada mereka, maka ketahuilah bahwa mereka tidak memiliki daya memberi manfaat maupun mudharat. Mereka tidak memiliki daya untuk memberi kehidupan dan menghidupkan kembali

Dan jika penderitaan dan masalah menimpamu, menimpa keluargamu dan orang yang kau cintai, jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya maka ketahuilah bahwa engkau memiliki Allah yang tidak pernah mengecewakanmu. Engkau memiliki Allah yang menerima segala keluhan. Dan engkau memiliki Allah yang mendengar segala yang rahasia dan tersembunyi. Dan engkau memiliki Allah yang menunjukkan kasih sayangNya padamu, dan menyukai saat engkau meminta padaNya, saat engkau beralih dan memohon padaNya.

“Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan selain Allah?” (Q.S. An-Naml: 62)

Allah menyebutkan musibah yang menimpa Ayyub, dan berfirman:

“dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.” (Q.S. Al-Anbiya: 83)

Ayyub berdoa pada Allah, saat dia mengadu, saat musibah dan kesakitan menimpanya. Ayyub berdoa padaNya dengan Nama dan SifatNya. “aku telah ditimpa penyakit”, ini permasalahannya. “aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang”

“Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Q.S. Al-Anbiya: 84)

Sebagian Ulama mengatakan, “peringatan bagi semua yang menyembah Allah” artinya jika engkau berdoa pada Allah dengan keyakinan sebagaimana Ayyub, maka engkau akan mendapatkan jawaban yang sama sebagaimana Ayyub. Ini adalah sesuatu yang harus diingat dalam setiap musibah. Setiap kali engkau ditimpa musibah pada keluargamu, harta dan kesehatanmu.


Mungkin sebelumnya kehidupanmu sejahtera, aman di rumahmu, hidup sehat, dan hidangan bergizi tiap hari sampai Allah mengujimu. Dan segala masalah dan bencana menimpamu. Hutang yang mengejarmu dari berbagai penjuru. Setelah kehidupan yang sejahtera, kau merasa hidupmu sempit dan dalam kesulitan. Lalu engkau merasa hidupmu dalam keadaan prihatin dan mengkhawatirkan. Engku dihadapkan pada keprihatinan dan terlilit hutang. Maka dunia menjadi sempit buatmu, dan hanya Allah yang mampu meluaskannya. Hanya Allah yang menyayangimu daripada dirimu sendiri untuk menghilangkan kesulitanmu. Jika engkau tulus pada Allah, maka Dia akan mengabulkan.

Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus ketika musibah menimpanya kecuali Allah memberinya salah satu dari dua perkara:
- Jika Allah mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera.
- Dan jika Allah mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat, maka Allah akan memberinya keyakinan, iman, dan ketundukan sehingga dia merasakan penghambaan yang penuh nikmat dan bahagia serta menghapus dosa-dosanya. 

Sumber:
Tausiyah Ust. Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi
READ MORE - Jangan Berputus Asa Saudaraku...

Friday, April 25, 2014

Ketika Aku Jatuh Cinta (Belajar Ta'aruf)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang."

Kali ini aku ingin berbagi sebuah pengalaman baru bagi saya yang miskin ilmu ini. Coretan ini dimulai ketika aku jatuh cinta pada seorang gadis yang taat beribadah. Aku mencintainya karena kecintaannya pada Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita karena agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dan jika saya serius ingin mengenal dia, harus mengenalnya dengan cara ta'aruf. Ya!!! Ta'aruf (perkenalan secara syar'i) yang akan mengantarkan dua orang insan kepada mahligai terindah dalam kehidupan manusia yaitu pernikahan. Karena saya masih belum terlalu mengetahui cara-cara ta'aruf yang baik, kiat-kiat ta’aruf Islami yang benar agar nantinya tercipta rumah tangga sakinah mawaddah warohmah. Jika dibawah ini yang dinamakan ta'aruf tersebut itu karena orang-orang hebat yang ada disekitarku dan terus mengajariku dan membimbingku. Tapi jika ini bukan ta'aruf, saya pribadi mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kebodohan saya, buat seluruh umat muslim khususnya pembaca blog ini.

1. Memohon Petunjuk kepada Allah
Ketika seseorang menarik hatiku dan aku menginginkan dia untuk menjadi istriku, pertama-tama yang akan aku lakukan adalah memohon petunjuk kepada Allah dengan istikharoh agar Allah SWT memberikan jawaban yang terbaik. Ustadz selalu mengajari untuk istikharah sebelum tidur dan setelah sholat isroq di pagi hari. Agar semua aktivitas kita mendapat petunjuk oleh Allah.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Qs. Al-Baqarah: 216)

Ustadz berkata, dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada pilihan kita. Tapi netralkan dulu pilihan, jangan berharap dan ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT. Luruskan niat kita, bahwa kita menikah karena Allah dan ingin mendapat ridhoNya sehingga benar-benar terbentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warohmah. Seseorang biasanya mendapatkan sesuatu sesuai dengan apa yang diniatkannya.

2. Konsultasi dengan Ustadz, Orang tua, atau Wali kita
Setelah aku melakukan istikharoh selama beberapa hari dan adanya kemantapan hati, maka aku mulai memberanikan diri untuk berkonsultasi pada Ustadz. Bagiku seorang guru adalah orang tua dan wali Allah. "Dekatlah dengan orang-orang yang dekat denganKu" 

"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya dari-Ku. Tidak ada yang paling Aku cintai dari seorang hamba kecuali beribadah kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya. Adapun jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya. Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, (Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, menjadi tangan yang dia memukul dengannya, menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi." (Hadits Qudsi) 

3. Menentukan waktu yang tepat untuk silaturahmi ke rumah akhwat 
Biasanya setelah mendapat restu dari orang tua dan ustadz, saya akan memberanikan diri untuk berkunjung ke rumah akhwat untuk mengungkapkan cinta saya kepada orang tua akhwat dan akhwat sendiri. Saya akan mengatakan kepada keluarga akhwat akan datang kembali bersama orang tua saya jika diijinkan untuk menindaklanjuti niat baik saya. Mungkin saya tidak datang seorang diri, untuk menghindarkan fitnah dan untuk membedakan dengan orang lain yang terkenal di masyarakat dengan istilah ’ngapel’ (pacaran). Dan saya akan memilih waktu yang tepat untuk bersilaturahmi.

Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seseorang mencintai saudaranya, hendaklah dia mengatakan cinta kepadanya.” (Abu Dawud dan Tirmidzi)

Anas r.a. mengatakan bahwa seseorang berada di sisi Rasulullah saw., lalu salah seorang sahabat melewatinya. Orang yang berada di sisi Rasulullah tersebut mengatakan, “Aku mencintai dia, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, “Apakah kamu sudah memberitahukan dia?” Orang itu menjawab, “Belum.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Beritahukan kepadanya.” Lalu orang tersebut memberitahukannya dan berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.” Kemudian orang yang dicintai itu menjawab, “Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.” (Abu Dawud)

4. Menentukan waktu ta’aruf dengan keluarga akhwat
Setelah mendapat sambutan yang baik oleh keluarga akhwat, saya pun segera memutuskan untuk berkenalan dengan keluarga besarnya bersama keluarga saya juga atau wali saya. Ini memang sengaja harus selalu saya komunikasikan dengan dengan orang yang berpengalaman khususnya keluarga saya karena bagi saya menikah adalah sesuatu yang sakral dan kalau bisa harus dilakukan sekali seumur hidup. Jadi siapapun jodoh saya nanti, itulah pilihan terbaik saya. Dan waktu yang tepat juga sangat dibutuhkan dalam proses ini.  

5. Keluarga saya akan mengundang silaturahim akhwat ke rumah saya.
Dalam hal menikah tanpa pacaran, adalah wajar jika orang tua saya ingin mengenal calon menantunya (akhwat). Maka sah-sah saja, jika orang tua saya ingin berkenalan dengan akhwat (calon menantunya). Sebaiknya ketika datang ke rumah saya nanti, akhwat datang bersama keluarganya, untuk menghindari terjadinya fitnah. Dalam hal ini bisa saja akhwat ditemani muhrimnya, Ustadzahnya ataupun teman pengajiannya.

6.Menentukan Waktu Khitbah
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari kita berdua (saya dan akhwat) juga dengan keluarga besarnya, maka segera menentukan kapan waktu untuk mengkhitbah (meminang) akhwat. Semoga jarak waktu antara ta’aruf dengan khitbah nantinya, tidak terlalu lama, karena takut menimbulkan fitnah.

7. Khitbah (Meminang)
Setelah terjadinya silaturahim kedua belah pihak, dan sudah ada kecocokan visi dan misi dari saya dan akhwat juga dengan keluarga besarnya, maka kita akan segeralah menentukan waktu untuk mengkhitbah akhwat. Dan proses khitbah harus sesuai dengan syar'i dan budaya setempat. Semoga dengan menjalankan kiat-kiat diatas pernikahan saya nanti di ridhoi oleh Allah dan dimudahkan segala urusannya. Dan semoga terbentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah, istiqomah, khusnul khotimah…yang menjadi dambaan setiap keluarga muslim baik di dunia maupun di akhirat. Amin

Semoga Bermanfaat
READ MORE - Ketika Aku Jatuh Cinta (Belajar Ta'aruf)

Thursday, April 3, 2014

Pepatah Arab (Mahfudzat)

1. Man jadda wajada
(Siapa bersungguh-sungguh , dia akan berhasil)

2. Man shobaro zhofira
(Siapa bersabar, dia akan beruntung)

3. Man sara ‘ala ad-darbi washala
(Siapa berjalan pada jalan-NYA, dia akan sampai)

4. Man qalla shidquhu qalla shodiquhu
(Siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit pula temannya)

5. Jalis ahla ash-shidqi wa al-wafa’i
(Pergaulilah orang jujur dan menepati janji)

6. Mawaddatu ash-shodiqi tadzharu waqta adh-dhiqi
(Kecintaan seorang teman itu akan terlihat pada saat kesulitan)

7. Wama al-lladzdzatu illa ba’da at-ta’abi
(Tidak ada kenikmatan kecuali setelah bersusah payah)

8. Ash-shobru yu’inu ‘ala kulli ‘amalin
(Kesabaran itu membantu segala pekerjaan)

9. Jarrib walahidz takun ‘arifan
(Coba dan perhatikan, niscaya engkau akan paham)

10. Uthlubu al-’ilma min al-mahdi ila al-llahdi
(Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur)

11. Baidhatu al-yaumi khairun min dajajati al-ghodd
(Telur hari ini lebih baik dari ayam hari esok)

12. Al-waqtu atsmanu mina adz-dzahabi
(Waktu itu lebih berharga daripada emas)

13. Al-’aqlu as-salimu fi al-jismi as-salimi
(Akal yang sehat terdapat pada badan yang sehat)

14. Khoiru jalisin fi az-zamani kitabun
(Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku)

15. Man yazra’ yahshud
(Siapa yang menanam, dia akan memetik/memanen)

16. Khoiru al-ashabi man yadulluka ‘ala al-khoiri
(Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan)

17. Laula al-’ilma lakana an-nasu ka al-baha’imi
(Seandainya tiada berilmu, manusia itu seperti binatang)

18. Al-’ilmu fi as-shighori ka an-naqsyi ‘ala al-hajari
(Ilmu pengetahuan di waktu kecil itu bagaikan ukiran di atas batu)
19. Lan tarji’a al-ayyamu al-lati madhot
(Tidak akan kembali hari-hari yang lalu)

20. Ta’allaman shoghiran wa’mal bihi kabiron
(Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar)

21. Al-’ilmu bila ‘amalin ka asy-syajari bila tsamarin
(Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah)

22. Al-ittihadu asasu an-najahi
(Persatuan adalah pangkal keberhasilan)

23. La tahtaqir miskinan wa kun lahu mu’inan
(Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya)

24. Asy-syarofu bi al-adabi la bi an-nasabi
(Kemuliaan itu dengan adab kesopanan , bukan dengan keturunan)

25. Salamatu al-insani fu’ hifdzi al-lisani
(Keselamatan manusia itu dalam menjaga lisannya)

26. Adabu al-mar’i khorun min dzahabihi
(Adab seseorang itu lebih berharga daripada emasnya)

27. Su’u al-khuluqi yu’di
(Kerusakan budi pekerti/akhlak itu menular)

28. Afatu al-’ilmi an-nisyan
(Bencana ilmu itu adalah lupa)

29. Idza shodaqa al-’azmu wadhoha as-sabilu
(Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya)

30. La tahtaqir man dunaka fa likulli syai’in maziyyatun
(Jangan menghina orang yang lebih rendah daripadamu karena setiap orang mempunyai kelebihan)

31. Ashlih nafsaka yashluh laka an-nasu
(Perbaikilah dirimu sendiri niscaya orang lain akan baik padamu)

32. Fakkir qobla an’ta’zima
(Berpikirlah dahulu sebelum kamu merencanakan/berkemauan)

33. Man ‘arafa buida as-safari ista’adda
(Siapa yang tahu jauhnya perjalanan, dia akan bersiap-siap)

34. Man hafaro khufrotan waqo’a fiha
(Siapa yang menggali lubang, dia yang akan terperosok ke dalamnya)

35. ‘Aduwwun ‘aqilun khoirun min shodiqin jahilin
(Musuh yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh)

36. Man katsuro ihsanuhu katsuro ikhwanuhu
(Siapa yang banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya)
37. Ijhad wala taksal wala taku ghofilan fanadamatu al-’uqba liman yatakassal
(Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermalas-malasan dan jangan pula lengah karena penyesalan akibat itu bagi orang yang bermalas-malasan)

38. La tu’akhkhir ‘amalaka ila al-ghoddi ma taqdiru an ta’malahu al-yauma
(Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari yang kamu bisa mengerjakannya hari ini)

39. Utruk asy-syarro yatrukka
(Tinggalkanlah perbuatan jelek niscaya dia akan meninggalkanmu)

40. Khoiru an-nasi ahsanuhum khuluqan wa anfa’uhum linnas
(Sebaik-baik manusia itu adalah yang lebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia)

41. Fi at-ta’anni as-salamatu wa fi al-’ajalati an-nadamatu
(Di dalam kehati-hatian adanya keselamatan, dan di dalam ketergesaan adanya penyesalan)

42. Tsamrotu at-tafriti an-nadamatu wa tsamrotu al-hazmi as-salamatu
(Buah sembrono atau lengah itu penyesalan dan buah cermat itu adalah keselamatan)

43. Ar-rifqu bi adh-dho’ifi -min khuluqi asy-syarifi
(Berlemah-lembut kepada orang yang lemah itu adalah suatu perangai orang yang mulia)

44. Fajaza’u as-sayyiatin sayyiatun mitsluha
(Maka pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama)

45. Tarku al-jawabi ‘ala al-jahili jawabun
(Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya)

46. Man ‘adzuba lisannuhu katsuro ikhwanuhu
(Siapa yang manis tutur katanya, banyaklah temannya)

47. Idza tamma al-’aqlu qolla al-kalamu
(Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya)

48. Man tholaba akhon bila ‘aibin baqiya bila akhin
(Siapa yang mencari teman yang tidak bercela maka dia tidak akan mempunyai teman)

49. Qul al-haqqo walau kana murron
(Katakanlah yang benar itu walaupun pahit)

50. Khoiru malika ma nafa’aka
(Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu)


READ MORE - Pepatah Arab (Mahfudzat)