Friday, July 4, 2014

Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka


Ini satu kisah yang patut kita renungkan baik-baik. Kebanyakan kaum muslimin mengira bahwasanya yang menentukan seseorang itu masuk ke dalam surga ataukah tidak adalah ditentukan semata-mata dari amalannya. Artinya, apabila amalannya baik dan benar maka pastilah dia akan masuk surga. 

Anggapan seperti ini sebenarnya tidaklah bisa disalahkan secara mutlak, dan tidak pula bisa dianggap benar secara mutlak pula. Sebabnya adalah karena adanya firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menerangkan bahwa amalan shalih merupakan penyebab masuknya kaum mukminin ke dalam surga. Di antaranya adalah firman Allah ta’ala:

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” [QS Al A’raf: 43]

Allah juga berfirman:
كَذَلِكَ يَجْزِي اللَّهُ الْمُتَّقِينَ (31) الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salamun ‘alaikum, masuklah kalian ke dalam surga disebabkan apa yang telah kalian kerjakan.” [QS An Nahl: 31-32] 

Namun ada sebuah hadits shahih yang menerangkan bahwa amalan seseorang itu tidaklah bisa memasukkan dirinya ke dalam surga. Hadits tersebut datang dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

“Amalan seseorang itu tidak akan bisa memasukkannya ke dalam surga.” Para sahabat bertanya: “Tidak juga anda, wahai Rasulullah?” Nabi menjawab: “Tidak pula aku, akan tetapi Allah telah melimpahkan keutamaan dan rahmat-Nya kepadaku.” [HR Al Bukhari (5673) dan Muslim (2816)]

Hadits di atas menerangkan bahwa amalan seseorang itu bukanlah penyebab bagi seseorang untuk masuk ke dalam surga. Bahkan termasuk amalan Rasulullah صلى الله وسلم sendiri bukanlah itu yang menyebabkan beliau masuk surga. Hanya saja Allah telah menjamin beliau pasti akan masuk surga berkat kemurahan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah bersabda:''Tidaklah amal perbuatan itu menyelamatkan salah seorang diantara kalian'''.Mereka bertanya''walaupun pada engkau,wahai Rasul?''Beliau menjawab''walaupun aku,tapi aku diberi limpahan oleh Allah limpahan rahmatNya.Maka dari itu berbuat baiklah,dekatkan diri kalian kepadaNya,beribadahlah diwaktu 
siang dan sebagian diwaktu malam.Sederhanakanlah( dalam ibadah),jangan terlalu banyak,dan juga jangan terlalu sedikit,supaya kalian mencapai ridhaNya.(hadits shahih diriwayatkan oleh Bukhari dan Ahmad).

Meski kita rajin beribadah sehingga orang-orang mengira kita ahli surga, tapi jika akhlak kita buruk dan suka menyakiti sesama niscaya kita akan masuk neraka. Hablum minallah (hubungan dengan Allah) harus sejalan dengan hablum minannas (hubungan dengan manusia). Ini kisahnya:
Alkisah.. Suatu hari, seperti biasa Rasululloh saw dan para sahabat berkumpul di masjid. Di depan masjid itu ada sebuah rumah, di rumah itu tinggal seorang wanita yang dikenal sebagai ahli ibadah di lingkungan tempat tinggalnya, sebut saja `si fulanah`. Saat si fulanah keluar rumah hendak melaksanakan sholat berjama`ah di masjid, para sahabat memuji-mujinya dan ada yang berkata, `tentulah si fulanah itu ahli surga, karena dia senantiasa puasa di siang hari dan sholat di malam hari.` Kemudian Rasululloh saw beranjak dari tempat duduknya dan menjawab,

`TIDAK! Hiya fin naar.. Hiya fin naar.. Dia ahli neraka.. Dia ahli neraka..`

Para sahabat bertanya-tanya, `kenapa?`.

Karena mulutnya sering menyakiti orang lain. Dia suka mengganggu tetangganya dengan ucapannya. Seluruh amal ibadahnya hancur, karena dia punya akhlak yang buruk. Dia menjadi ahli neraka karena ibadahnya tidak mampu menjadi motivasi baginya untuk berakhlak yang baik.

`Man kana yu`minu billahi wal yaumil akhir fal yakul khoiron aw liyashmut,` barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam.` (HR. Bukhori no. 6018)

Hadits lain yg serupa: “Dari Abdullah bin Amr bin al-’Ash ra dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Muslim ialah orang yang semua orang Islam lainnya selamat dari kejahatan lidah -ucapan- dan kejahatan tangannya -perbuatannya-. ” (Muttafaq ‘alaih)

No comments:

Post a Comment

Artikel pada kategori yang sama :