Thursday, January 23, 2014

Kisah Cinta Yang Membawa Surga

Kisah ini bermula dari sahabat bernama, Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia menceritakan sebuah kisah cinta yang agung. Kisah cinta sepasang pemuda yang tidak diketahui namanya. Namun kisah cintanya masuk kisah cinta paling indah dalam sejarah Islam.

"Adalah di Kufah, terdapat pemuda yang tampan, dia sangat rajin dan taat beribadah. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.

Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan. Si gadis juga sangat mencintai pemuda tersebut.

Karena sudah saling jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya tanpa sepengetahuan sang anak. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya :


'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di kamar rumahku tanpa seorang pun yang mengetahui.'

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 


'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."

Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar. 

READ MORE - Kisah Cinta Yang Membawa Surga

Wednesday, January 22, 2014

Fatimah Az-Zahra Dan Gilingan Gandum

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah". Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya. 

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya) 

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan". 

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia. 

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat. 

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat. 

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat. 

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".

READ MORE - Fatimah Az-Zahra Dan Gilingan Gandum

Waktu-Waktu Yang Dilarang Melakukan Sholat (Waktu Karohah)

Waktu-waktu Karohah (waktu-waktu yang dilarang melakukan sholat) ada 5 macam, yaitu:

1) Setelah melaksanakan sholat shubuh.
2) Ketika matahari mulai terbit (belum terlihat sempurna bulatnya).
3) Ketika matahari berada pada posisi tepat di atas kepala.
4) Setelah melaksanakan sholat ashar.
5) Ketika matahari mulai terbenam sampai tidak terlihat lagi.




READ MORE - Waktu-Waktu Yang Dilarang Melakukan Sholat (Waktu Karohah)

Saya Belajar ...

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya. Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai...

Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya...

Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta orang yang begitu perhatian pada saya....

Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik....

Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati...

Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....

Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti pernah melukai perasaan saya dan untuk itu saya harus memaafkannya......

Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain...., kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus....

Saya belajar,
bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...

Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....

Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan....

Saya belajar,
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....

Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya....
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati....

Saya belajar,
bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis....

Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...

Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya....

Selamat belajar , semoga kita semua sadar.. !!
Love doesn't make the world go round.

Love is what makes the ride worth while.
READ MORE - Saya Belajar ...

Tuesday, January 21, 2014

Aku Meminta kepada Allah, Dia Menjawab Tidak ...

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku. Allah menjawab, Tidak. Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku. Allah menjawab, Tidak. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran. Allah menjawab, Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan. Allah menjawab, Tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.

 Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan. Allah menjawab, Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku. Allah menjawab, Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup. Allah menjawab, Tidak. Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.


Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku. Allah menjawab.., akhirnya kau mengerti. HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN. Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya. 
READ MORE - Aku Meminta kepada Allah, Dia Menjawab Tidak ...

Macam-Macam Shalat Sunnat

Sholat adalah salah satu kewajiban bagi kaum muslim yang sudah mukallaf Selain shalat wajib yang 5 waktu (Isya', Shubuh, Dhuhur, Ashar, dan Maghrib), juga ada shalat-shalat sunnah. Macam-macam shalat sunnat pun memiliki fadhilah atau manfaat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. salah satu fadhilahnya adalah mendekatkan diri kita kepada Allah SWT dan menjadikan pelakunya dicintai oleh Allah SWT. Dibawah ini saya akan menyebutkan beberapa shalat sunnat yang dibedakan menurut waktunya.

SUNNAT HARIAN

1. SHOLAT SUNAT SYUKRUL WUDLU

Tidak disunatkan berjama'ah. Dalilnya hadits Bilal :

"Bersabda Rosululloh saw: Waktu aku masuk surga, aku melihat Bilal di dalamnya. Aku bertanya kepadanya: Apa sebabnya engkau lebih dulu masuk surga sebelum aku? Jawab Bilal: Aku tidak tahu sebab-sebabnya. Tetapi aku membiasakan diri setiap kali habis berwudlu kemudian sholat syukrul Wudlu 2 rokaat. Dan setiap selesai azan, aku shalat 2 rokaat pula".

Waktunya :
Sehabis berwudlu sebelum kering anggauta wudlu.

***

2. SHOLAT TAHIYYATUL MASJID

Sholat Tahiyyatul Masjid adalah salah satu bentuk adab bersopan santun ketika masuk kedalam masjid untuk penghormatan kepada masjid. Sholat ini tidak disunnatkan berjama'ah, dan dilaksanakan ketika masuk kedalam masjid sebelum duduk setelah melaksanakan sholat syukrul wudlu apabila baru selesai berwudlu sebelum kering anggota wudlu. Shalat ini tidak perlu dilakukan apabila telah duduk dengan sengaja, kecuali duduknya lupa, maka boleh melaksanakan sholat ini.

Hadits Nabi saw:
"Maka apabila seorang dari padamu masuk ke masjid, janganlah ia duduk sebelum sholat dua roka'at".

Waktunya :
Ketika masuk masjid sebelum duduk.

***

3. SHOLAT TAUBAT

Sholat Sunnat Taubat adalah sholat yang dilakukan kapan saja dan di mana saja saat ketika seseorang merasa telah melakukan suatu dosa kepada Allah atau kepada sesama manusia, sebanyak 2 rokaat.

Waktunya :
Sholat Taubat disunnahkan dilaksanakan pada waktu malam hari sebelum sholat sunnat tahajjud (qiyamul lail), dan pada waktu setelah sholat sunnat awwabin (ba'diyah maghrib).

***

4. SHOLAT HAJAT

Sholat Hajat adalah sholat sunnat yang dikerjakan kapan saja ketika seseorang mempunyai suatu keinginan dalam urusan dunia ataupun akhirat dengan harapan Allah swt mengabulkan keinginannya tersebut.

Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: "Dan mohonlah kepada Allah dengan cara sabar dan sholat".
(Al-Baqoroh:45)

Juga Sabda Nabi saw: "Barang siapa yang berwudlu dengan sebaik-baiknya, lalu sholat 2 roka'at, maka Allah akan memberinya apa yang dia minta dengan segera ataupun lambat".

Sholat Hajat dilaksanakan boleh sebanyak 2 roka'at, 4 roka'at sampai dengan 12 roka'at.

***

5. SHOLAT TAHAJJUD

Sholat Tahajjud dilaksanakan pada waktu malam hari, dari selesai melaksanakan sholat fardlu isya sampai terbit fajar, tetapi lebih baik dilaksanakan pada waktu sepertiga malam antara jam 02.00 sampai jam 03.00 shubuh.

Raka'atnya tidak ditentukan, tetapi ada yang meriwayatkan 12 roka'at, 6 roka'at dan paling sedikit 2 roka'at.

Banyak sekali keutamaan sholat tahajjud, yang di antaranya adalah sebagaimana telah dikatakan oleh Nabi saw:

"Sholat yang paling utama setelah sholat fardlu adalah sholat tahajjud".

Dan bersabda pula Nabi saw:

"Hendaklah kamu sekalian bangun tengah malam untuk melaksanakan Qiyamul Lail (sholat malam), karena sesungguhnya itu adalah pekerjaan orang-orang yang sholih sebelum kamu, dan dapat mendekatkan diri bagimu, mengingkari kepada perbuatan tercela, mencegah perbuatan dosa, dan menghindarkan tubuhmu dari penyakit".
(HR.Jabir bin Ali).

Sabdanya pula:

"Wahai sekalian manusia, ucapkanlah salam, berilah makan orang-orang fakir dan miskin, sambungkanlah silaturahmi, dan sholatlah pada waktu malam ketika manusia tertidur, niscaya kamu masuk surga dengan selamat".

Sabdanya pula:
"Jarak yang paling dekat antara Tuhan dengan seseorang adalah pada akhir malam. Apabila engkau mampu untuk berdzikir pada saat itu, maka lakukanlah".
(HR.Tirmidzi).

Firman Allah Ta'ala:

"Dan ketika malam, bertahajjudlah sebagai Nafilah (tambahan ibadah) untuk kamu, semoga diangkatlah kamu oleh Tuhanmu ke tempat yang terpuji".
(Al-Isro:79).

***

6. SHOLAT TASBIH

Sholat Tasbih bisa dilakukan kapan saja, siang ataupun malam asalkan tidak pada waktu karohah (waktu yang dilarang mengerjakan sholat), dan utama dilakukan setelah sholat tahajud, sebanyak 4 rokaat (bisa dilakukan dengan 1 salam ataupun 2 salam).

Keutamaan Sholat Tasbih (menurut hadits Nabi saw kepada pamannya Abbas r.a. yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi) adalah diampuninya dosa oleh Allah:
1. Dosa yang terdahulu.
2. Dosa yang belakang.
3. Dosa yang lama.
4. Dosa yang baru.
5. Dosa yang terlanjur.
6. Dosa yang disengaja.
7. Dosa yang kecil.
8. Dosa yang besar.
9. Dosa yang nyata.
10. Dosa yang samar.

***

7. SHOLAT WITIR

Sholat Witir dilaksanakan setelah melaksanakan sholat isya sampai terbit fajar (sebelum azan shubuh), sebanyak 3, 6, 7, 9, 11, dan sekurang-kurangnya 1 roka'at.

Kalau dilakukan lebih dari 3 roka'at, boleh di satu salamkan atau di dua-dua salamkan.

Telah bersabda Nabi saw:

"Sholat Witir itu tetap hak atas setiap muslim".

Sabdanya lagi:
"Wahai pecinta Quran, kerjakanlah sholat witir, sebab Tuhan itu Maha Tunggal, Dia suka kepada bilangan yang ganjil".
(HR.Ahmad).

Sebaiknya sholat witir ini dilaksanakan pada akhir malam menjelang shubuh, sebagai penutup sholat-sholat sunnat pada hari itu, walaupun boleh sholat witir dilaksanakan sebelum tidur, sebagaimana sabda Nabi saw:

"Jadikanlah akhir sholat kamu pada waktu malam dengan sholat witir".

***

8. SHOLAT LIDAF'IL BALA (TOLAK BALA)

Sholat Lidaf'il Bala sebenarnya boleh dilakukan kapan saja dan di mana saja, asalkan tidak pada waktu Karohah, terutama bisa dilakukan pada saat hati merasa takut akan sesuatu yang menimpa diri kita, dilakukan sebanyak 2 roka'at.

***

9. SHOLAT ISROQ

Menyambut Matahari Terbit
Sholat Isroq dilaksanakan setelah matahari terbit satu jengkal dan naiknya kira-kira sepenggalah, atau antara jam 6 s.d. Jam 6.30 pagi, dilaksanakan sebanyak 2, 4, sampai 6 roka'at.

***

10. SHOLAT ISTI'ADAH

Memohon Perlindungan Untuk Keamanan Martabat
Sholat Isti'adah biasanya dilaksanakan setelah melaksanakan sholat isroq sebanyak 2 roka'at.

***

11. SHOLAT ISTIKHOROH

Memohon Berkah Dari Suatu Keputusan Yang Telah Diambil

Waktunya kapan saja dan di mana saja ketika setelah mengambil suatu keputusan dari suatu urusan, tetapi sangat baik dilaksanakan setelah sholat isti'adah pada waktu isroq, dan pada waktu ba'da maghrib, dan dilaksanakan sebanyak 2 roka'at.

***

12. SHOLAT SIRRULLAH

Sholat Sunat Sirrullah boleh dilakukan malam hari atau pagi hari asalkan tidak pada waktu karohah. Jika dilaksanakan pada malam hari biasanya sebelum sholat tahajud. Atau dilaksanakan pagi hari setelah sholat isroq sebanyak 2 roka'at.

***

13. SHOLAT DLUHA

Dilaksanakan setelah waktu pelaksanaan sholat isroq, yaitu setelah matahari naik sepenggalah (sekitar jam 7 pagi) sampai sebelum matahari tepat di atas kepala (sekitar jam 11 siang), dikerjakan sebanyak 2, 4, sampai 8 roka'at.

Besar sekali manfaatnya mengerjakan sholat dluha, yang di antaranya:
1. Diampuni segala dosa, walaupun sebanyak buih di lautan.
2. Di hari kiamat dimasukkan kedalam surga melalu pintunya yang bernama dluha.
3. Diberi pahala tasbih, tahlil, takbir, dan pahala amar ma'ruf nahi mungkar sebanyak yang dikerjakan orang.
4. Dimudahkan usaha.
5. Digampangkan rizki yang halal dan berkah.
6. Diberi kemampuan untuk melaksanakan dluha hari berikutnya.
7. Diberi keindahan dan kecantikan dalam dirinya.
8. Diberi kekuatan akan sesuatu.
9. Diberi kekuasaan akan sesuatu.
10. Tidak bersusah payah dalam usaha.
11. Menjadi dermawan.
12. Disholehkan.

***

14. SHOLAT KIFARATUL BAULI

Sholat kifaratul Bauli adalah sholat untuk menebus (kifarat) dari kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja, misal percikan air ketika buang air kecil.

Waktunya dilaksanakan setelah sholat dluha sebanyak 2 roka'at.

***

15. SHOLAT AWWABIN

Sholat sunnat awwabin dilaksanakan setelah sunnat ba'diyah maghrib sebelum masuk waktu isya.

Dilaksanakan 2, 4, 6 sampai 20 roka'at.

Sabda Nabi saw:
"Barang siapa yang sholat antara maghrib dan isya 20 roka'at, maka Allah dirikan untuknya di surga".

Sabdanya pula:
"Barangsiapa yang shalat setelah maghrib 6 roka'at saja dengan tidak diselingi bercakap-cakap, maka pahalanya sebanding dengan ibadah 12 tahun".
(HR.Bukhori-Muslim).

***

16. SHOLAT BIRRULWALIDAINI

Sholat birrulwalidaini adalah sholat untuk mendo'akan kedua orang tua, baik yang masih hidup ataupun yang telah wafat.

Waktunya kapan saja, tetapi sangat baik dikerjakan antara maghrib dan isya sebanyak 2 roka'at.

Telah berkata Nabi saw:
"Berbuat baiklah terhadap ibu bapakmu serta saudara-saudaramu, kemudian kepada kerabatmu yang lebih dekat".

Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw:
"Ya Rosululloh, adakah yang harus dibaktikan kepada ibu-bapakku setelah mereka meninggal?".

Nabi saw menjawab:
"Ya, menyalatkannya, memintakan ampunnya, menunaikan janjinya, memuliakan tamunya, dan menghubungi (silaturahmi) kepada kenalan baik ibu bapaknya".

***

17. SHOLAT LIHIFZHIL IMAN
Telah bersabda Nabi saw:
"Barang siapa yang ingin dipelihara imannya oleh Allah swt, maka hendaklah ia sholat 2 roka'at setelah sholat sunnat maghrib".

Dilaksanakan antara waktu maghrib dan isya sebanyak 2 roka'at.

***

18. SHOLAT SYUKRUN NIKMAT

Sholat syukrun nikmat ini dilaksanakan ketika mendapatkan suatu nikmat yang belum didapatkan sebelumnya, atau baik sekali dikerjakan tiap hari antara waktu maghrib dan isya sebanyak 2 roka'at.

***

19. SHOLAT MUTHLAQ

Sholat Muthlaq adalah sholat sunnat yang tidak disebabkan oleh alasan tertentu dan bilangan roka'atnya pun tidak dibatasi, sebagaimana
Sabda Nabi saw: "Sholat adalah perbuatan yang sangat baik, banyak maupun sedikit".
(HR.Ibnu Hibban dan Hakim).

Juga dapat dikerjakan satu salam saja berapapun roka'atnya, tetapi apabila dikerjakan pada waktu malam sebaiknya dijadikan dua-dua roka'at, sebagaimana sabda Nabi saw:

"Sholat waktu malam itu hendaknya dua-dua roka'at".
(Muttafaqun 'alaih).

Waktunyapun boleh kapan saja asal tidak pada waktu karohah (waktu yang dilarang mengerjakan sholat), sebagaimana Bilal biasa melakukan sholat setelah azan.

***

SUNNAT TAHUNAN

1. SHOLAT ASYURO

Sholat sunnat asyuro dilaksanakan pada malam tanggal 10 muharam, ba'da sholat sunnat ba'diyah maghrib, sebanyak 4 roka'at 2x salam.

Besoknya pada tanggal 10 (hari asyuro) melaksanakan puasa, sebagaimana sabda Nabi saw:

"Puasa pada hari asyuro bisa menutup dosa satu tahun yang telah lewat".
(HR.Muslim).

Dan sabdanya pula:

"Puasa yang paling utama setelah puasa romadlon adalah puasa bulan muharrom, dan sholat yang paling utama sesudah sholat fardlu adalah sholat malam".
(HR.Muslim dari Abu Hurairoh).

***

2. SHOLAT LIDAF'IL BALA RABU TERAKHIR BULAN SHOFAR

Sholat Sunat Lidaf'il Bala Rabu Terakhir bulan Shofar dilaksanakan pada pagi hari setelah sholat Isyraq, Isti'adzah dan Istikharah.

Pelaksanaan sholat sunat Lidaf'il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52. dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam.

Sebelum melaksanakan sholat membaca istighfar :

astaghfirulloohal 'azhiim, alladzii laa ilaahha illa hhuwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaihhi taubatan 'abdin zhoolimin, laa yamliku linafsihhii, dlorrow wa laa naf'a, wa laa mautaw wa laa hayaataw wa laa nusyuuro.

"Saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Saya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Tuhan yang hidup terus dan berdiri dengan sendiri-Nya. Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya apa-apa untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti".

Do'a setelah shalat lidaf'il Bala:

bismillaahhir rohmaanir rohiim, yaa syadiidal quwaa, wa yaa syadiidal mihaal, alloohhumma innii a'uudzu bika bikalimaatikat taammaati kullihhaa minar riihil ahmar, wa minad daa-il akbari fiin nafsi, wad dammi, wal lahmi, wal 'uzhmi, wal juluudi, wal 'uruuqi, subhaanaka idzaa qodloita amron ang taquula laahhu kum fayakuun, alloohhu akbar, alloohhu akbar, alloohhu akbar, birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya : "Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah" maka "jadilah ia".

***

3. SHOLAT SUNAT RAJAB

Shalat sunnat ini dilaksanakan pada malam tanggal 1, malam Jum'at pertama, malam tanggal 15 dan malam terakhir tanggal 29/30 bulan rajab.

***

4. SHOLAT NISFU SYA'BAN

Shalat Nisfu Sya'ban dilaksanakan pada malam 15 bulan Sya'ban. Pada malam ini, ditutuplah "Buku Catatan Perjalanan Hidup" setiap manusia. Dan akan dibuka lembaran buku baru untuk tahun yang akan datang.

Kita berharap, akhir dan awal dari lembaran buku catatan hidup kita diisi dengan amal kebaikan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan Shalat sunat Nisfu Sya'ban.

Shalat ini sebanyak 100 rakaat.

Waktunya:
Setelah shalat sunat ba'diyah Maghrib, kemudian dilanjutkan setelah Isya.

***

5. SHALAT TARAWIH

Shalat Tarawih dilaksanakan ba'da shalat fardlu isya. Bilangannya 20 raka'at dan ada juga yang melaksanakan 8 raka’at. Shalat tarawih lebih baik dilaksanakan secara berjama'ah.

***

6. SHALAT LAILATUL QODAR

Shalat Lailatul Qodar adalah shalat sunnat karena mengharapkan karunia kemulyaan malam lailatul qodar.

Shalat ini dilaksanakan sepanjang malam ba'da shalat tarawih pada tanggal 21 sampai dengan malam terakhir bulan ramadhan sebanyak 4 raka'at 2x salam.

Setelah selesai salam pada raka'at akhir memperbanyak wirid:
alloohumma innaka 'afuwwung kariim, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Mulia, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku".

***

7. SHOLAT MALAM IDUL FITRI / IDUL ADHA

Sholat pada malam idul fitri / idul adha dilaksanakan selepas waktu isya sampai sebelum terbit fajar, dan lebih utama dilaksanakan pada jam 12 tengah malam, sebanyak 2 roka'at.

Do'a:
robbi yassirlanaa wa laa tu'assir 'alainaa alloohhu robbi tammim lanaa bilkhoiri a'maalanaa.

robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw wa fil aakhiroti hasanataw wa qinaa 'adzaaban naari.

"Ya Tuhanku, mudahkanlah aku, dan janganlah Engkau persulit aku. Allah Tuhanku, sempurnakanlah aku dengan segala kebaikan pada perbuatanku".

"Ya Tuhanku, berilah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah aku dari siksa neraka".

***

Sumber:
-    Bimbingan Ibadah
-    Himpunan Sholat Sunat

-    Amalan TQN Pondok Pesantren Suryalaya
READ MORE - Macam-Macam Shalat Sunnat

Thursday, January 16, 2014

Rasulullah SAW dan Uang 8 Dirham

Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud belanja. Dengan bekal uang 8 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga. Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang wanita yang sedang menangis. Beliau sempatkan bertanya kenapa menangis. Apakah sedang ditimpa musibah ? Perempuan itu menyampaikan bahwa ia adalah seorang budak yang sedang kehilangan uang sebesar 2 dirham. Ia menangis sangat takut didera oleh majikannya. Dua dirham dikeluarkan dari saku Rasulullah untuk menghibur perempuan malang tersebut. 

Kini tinggal 6 dirham. Beliau bergegas membeli gamis, pakaian kesukaanya. Akan tetapi baru beberapa langkah dari pasar, seorang tua lagi miskin setengah teriak berkata, "Barang siapa yang memberiku pakaian, Allah akan mendandaninya kelak." Rasulullah memeriksa laki-laki tersebut. Pakaiannya lusuh, tak pantas lagi dipakai. Gamis yang baru dibelinya dilepas dan diberikan dengan sukarela kepadanya. Beliau tak jadi memakai baju baru. 

Dengan langkah ringan beliau hendak segera pulang. Akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Kali ini beliau menjumpai perempuan yang diberi dua dirham tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Rasulullah diutus di dunia untuk mengadakan pembelaan terhadap rakyat jelata. Dengan senang hati beliau antarkan perempuan tersebut ke rumah majikannya. Sesampainya di rumah, beliau ucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah. Nampaknya semua penghuni rumah tersebut adalah perempuan. Ketika ditanya kenapa salam beliau tidak dijawab, pemilik rumah itu mengatakan sengaja melakukannya dengan maksud didoakan Rasulullah dengan salam tiga kali. Selanjutnya Rasulullah menyampaikan maksud kedatangannya. Beliau mengantar perempuan yang menjadi budak tersebut karena takut mendapat hukuman. Rasulullah kemudian menyampaikan, "Jika perempuan budak ini salah dan perlu dihukum, biarlah aku yang menerima hukumannya." Mendengar ucapan Rasulullah in penghuni rumah terkesima. Mereka merasa mendapat pelajaran yang sangat berharga dari baginda Rasulullah. Karena secara refleks mereka menyampaikan, "Budak belian ini merdeka karena Allah." Betapa bahagianya Rasulullah mendengar pernyataan itu. Beliau sangat bersyukur dengan uang 8 dirham mendapat keuntungan ribuan dirham, yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, "Tiadalah aku melihat delapan dirham demikian besar berkatnya dari pada delapan dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian." 

Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. "Bahwanya Allah menolong hamba-Nya, selama ia menolong saudaranya." 
READ MORE - Rasulullah SAW dan Uang 8 Dirham

Kisah Rasulullah SAW Dengan Pengemis Yahudi Buta

Di sudut pasar kota Madinah Al-Munawarah, terdapat seorang pengemis Yahudi yang buta. Setiap hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata dan berteriak "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". 

Suatu ketika Rasulullah SAW lewat di depan pengemis tersebut dan mendengarkan perkataan pengemis itu. Dan sejak itu setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. 

Suatu hari Abubakar ra berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. (rodhiyallahu anha) yang merupakan istri dari Rosulullah SAW. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah sunnah kekasihku, Muhammad yang belum aku kerjakan" 

Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". 

"Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a. 

"Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha. 

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu untuk memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai mendekati untuk menyuapinya, si pengemis berkata 
“Jangan dekati Muhammad! Jauhi dia! Jauhi dia! Dia orang gila. Dia itu penyihir. Jika kalian mendekatinya maka kalian akan terpengaruh olehnya.”


Betapa hancur hati Abu Bakar mendengar dan menyaksikan aksi pengemis itu yang begitu lancang menghina Rasulullah di hadapan banyak orang. Tapi dia mencoba untuk bersabar.


Abu Bakar lalu membuka bungkusan makanan yang dibawanya dari rumah. Kemudian dia mengajak pengemis itu duduk dan langsung menyuapi pengemis itu dengan tangannya.

"siapakah kamu ?" kamu bukan orang yang biasa menyuapi saya" kata pengemis itu kaget.

Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasanya menyuapi kamu". 

"Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. 

"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang, karena tangannya begitu halus dan lembut dan juga tidak susah mulut ini mengunyah, karena beliau menyuapi saya dengan penuh kasih sayang. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan pada ku dengan dengan penuh kelembutan", pengemis itu melanjutkan perkataannya. 

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada.

Abu Bakar melanjutkan perkataannya. “Tahukah kau siapa orang yang dulu biasa ke sini untuk memberimu makanan? Dia adalah Muhammad, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Orang yang selalu kau hina di depan orang banyak.”

Betapa terkejutnya pengemis Yahudi yang buta itu. Dia tak dapat berkata apa-apa. Air matanya perlahan berlinang membasahi kedua pipinya. Dia baru sadar betapa hinanya dirinya yang telah memperlakukan Rasulullah seperti itu. Padahal beliau telah berbaik hati memberinya makanan setiap hari.

“Benarkah itu?” tanya si pengemis buta setelah lama merenungi apa yang telah terjadi. 
“Selama ini aku telah menghinanya, memfitnahnya, bahkan di hadapannya. Tapi dia tidak pernah memarahiku. Dia sabar menghadapiku dengan berbagai macam ocehanku dan berbaik hati melumatkan makanan yang dibawanya untukku. Dia begitu mulia.” Tangisnya semakin menjadi.


Pada saat itu juga, di hadapan Abu Bakar Ash Shiddiq, pengemis Yahudi buta itu menyatakan ke-Islamannya. Akhirnya dia mengucapkan dua kalimat syahadat ‘La ilaha illallah. Muhammadar Rasulullah.’ setelah apa yang telah dilakukannya terhadap Rasulullah.
READ MORE - Kisah Rasulullah SAW Dengan Pengemis Yahudi Buta

Monday, January 6, 2014

Kekuatan Maaf Rasulullah SAW

Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. 

Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. yang melihat gelagat buruk pada penampilannya menghadang.

Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.

Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.
Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu.

Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah?" 

"Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!” Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.
Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah. 

Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa Allah (Tiada ilah selain Allah).” Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.” Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”

Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi.

Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

Sahabat………..
Apakah kita pengikut ajaran beliau?
Tetapi sejauh mana kita bisa memaafkan kesalahan orang? Seberapa besar kita mencintai sesama? kalau tidak, kita perlu menanyakan kembali ikrar kita yang pernah kita ucapkan sebagai tanda kita pengikut beliau…
Sungguh, beliau adalah contoh yang sempurna sebagai seorang manusia biasa. beliau adalah Nabi terbesar, beliau juga adalah Suami yang sempurna, Bapak yang sempurna, pimpinan yang sempurna, teman dan sahabat yang sempurna, tetangga yang sempurna. maka tidak salah kalau Allah mengatakan bahwa Beliau adalah teladan yang sempurna.

Semoga Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada beliau, junjungan dan teladan kita yang oleh Allah telah diciptakan sebagai contoh manusia yang sempurna.
Salam ’alaika ya Rasulullah………

Semoga Bermanfaat….
READ MORE - Kekuatan Maaf Rasulullah SAW