Wednesday, June 25, 2014

Riyadhoh Selama 40 Hari Di Pondok Pesantren Suryalaya (Dimulai dari 10 malam terakhir di bulan Sya'ban sampai akhir Ramadhan)

Dulu sebelum saya mengenal istilah riyadhoh, saya pernah bertanya kepada salah satu ikhwan Thoriqot Qodiriyah Naqsabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya, "Riyadhoh bisa dilakukan di rumah?" Ikhwan tersebut menjawab, "Riyadhoh itu dilakukan di Pondok (masjid) bukan di rumah. Kalau di rumah namanya sholat malam. Riyadhoh itu seolah-olah kita meninggalkan urusan duniawi. Istri, harta, pangkat, jabatan. Tujuannya adalah "Ilahi anta maqsudi wa ridhoka mathlubi 'atini mahabbataka wa ma'rifataka"  
Setelah saya mengikuti riyadhoh di Pondok Pesantren Suryalaya, memang qiyamul lail (sholat malam) yang biasa saya lakukan berbeda dengan sholat disini. Penasaran bukan? Oke bagi yang belum mengenal istilah riyadhoh dibawah ini sedikit definisi tentang kata tersebut.

Riyadhoh berasal dari bahasa Arab yang artinya latihan. Karena yang akan kita bahas disini adalah latihan dalam hal beribadah. Jadi definisi dari Riyadhoh adalah sebuah rangkaian kegiatan untuk melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini kita kaitkan dengan perbaikan diri melalui perbaikan ibadah.

Lalu kenapa harus 40 hari?

Kata KH. Moh. Ali Hanafiah Akbar, Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim dan Indonesia Timur di dalam 40 hari ada janji Allah. Barangsiapa melakukannya dengan istiqomah tanpa terputus satu hari pun. Insya Allah semua hajatnya akan terpenuhi. Dan juga berdasarkan sebuah penelitian di bidang psikologi, otak bawah sadar manusia akan membentuk memori suatu kebiasaan/ habit dalam masa 40 hari.

Jadi semisal ingin merubah kebiasaan, katakanlah kebiasaan bangun siang menjadi bangun pagi jam 02.OO WIB, maka lakukanlah latihan pembiasaan bangun pagi setidaknya selama 40 hari. Maka kebiasaan bangun pagi itu akan lebih mudah untuk diteruskan. Karena kebiasaan ini menyangkut otak bawah sadar kita.


Nah, kegiatan Riyadhah 40 hari di Pondok Pesantren Suryalaya Korwil Jatim dan Indonesia Timur itu apa saja yang dilakukannya. Berikut dibawah ini rinciannya yang pernah saya ketahui:

Setelah bangun tidur terus melakukan mandi dengan niat Mandi Taubat. Dan paling baik dilaksanakan di antara jam 01.30 pagi.Tata caranya seperti mandi junub, yaitu mengucurkan air dari ujung rambut sampai telapak kaki, dengan memulai kucuran air pertama pada kepala sambil membaca:

"robbii angzilnii mungzalam mubaarokaw wa angta khoirul mungziliina.

"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang penuh berkah. Dan Engkaulah Dzat yang sebaik-baiknya memberikan tempat".

Setelah memasuki masjid melakukan sholat syukrul wudhu, sholat tahiyatul masjid, sholat taubat, dilakukan dengan sendiri-sendiri (munfarid)

Tepat pukul 02.00 WIB dilakukan dengan berjama'ah Shalat Tahajjud 12 Rakaat + Sholat Tasbih 4 rakaat + Sholat Witir 11 Rakaat

Setelah selesai melakukan sholat-sholat diatas terus dilanjutkan membaca:

yaa ayyuhaa alladziina aamanuu ishbiruu washaabiruu waraabithuu waittaquu allaaha la'allakum tuflihuuna
[3:200] Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Setelah itu dilanjutkan dengan berdzikir sebanyak-banyaknya dengan lisan dan hati, dan doa seperti yang telah diajarkan.

Masuk waktu shubuh melakukan sholat fajri 2 rakaat, sholat qobliyah shubuh 2 rakaat, sholat lidaf'il bala' 2 rakaat. (sholat-sholat sunnat tersebut dilakukan dengan munfarid)

Dan dilanjutkan dengan sholat shubuh berjamaah disertai dengan dzikir dan khotaman.

Pada pukul 05.30 WIB, setelah matahari terbit dengan sempurna, melakukan sholat isroq 2 rakaat, sholat istiadzah 2 rakaat, sholat istikharah 2 rakaat, sholat sirrullah 2 rakaat dengan berjamaah.

Ditutup dengan sholawat bani hasyim dan doa.

Sumber:
Amalan TQN Ponpes Suryalaya
READ MORE - Riyadhoh Selama 40 Hari Di Pondok Pesantren Suryalaya (Dimulai dari 10 malam terakhir di bulan Sya'ban sampai akhir Ramadhan)

Wednesday, June 11, 2014

Sholat Sunnat Nisfu Sya'ban

Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy, Qs berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.”

Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karromalloohu Wajhah meluangkan waktunya untuk ibadah pada 4 malam dalam setahun, yakni: malam pertama bulan Rojab, malam 2 hari raya, dan malam Nishfu Sya’ban.

Al-Imam As-Subkiy.ra berkata, bahwa malam Nishfu Sya’ban menghapus dosa setahun, malam Jum’at menghapus dosa seminggu, dan Lailatul Qodr menghapus dosa seumur hidup.

Kata Nabi, “Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).


Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Sholat Nisfu Sya'ban

Shalat Sunnat Nisfu Sya'ban berdasarkan keterangan dari Hadits Nabi Saw. yang terdapat dalam kitab al-Ghoniyyah litthoolibi thoriqil haq lisyaikhi 'abdil qoodiiril jailanil hasani (Dari kitab Ghoniyyah bagi orang-orang yang mencari jalan Allah yang haq, karangan Syekh Abdul Qodir Jailani keturunan Hasan bin 'Ali) halaman 192.
 
Artinya : Fasal ini menerangkan tentang shalat yang berlaku pada malam Nisfu Sya'ban. Adapun shalat yang dilaksanakan pada malam Nisfu Sya'ban adalah 100 rakaat dengan 1000 kali membaca Qul huwalloohu ahad. Pada setiap rakaat setelah membaca Fatihah kemudian membaca Qul Huwalloohu ahad 10 kali. Dan shalat semacam ini disebut sholaatul Khoiir; bermacam-macam keberkahannya. Ulama shalaf yang sholeh selalu berkumpul untuk melaksanakan shalat ini (shalat Nisfu Sya'ban) serta dilaksanakan dengan cara berjamaah. Di dalam shalat sunat nisfu ini terdapat keutamaan yang banyak dan pahala yang berlipat ganda.

Diriwayatkan dari al-Hasan Rohimahullooh, sesungguhnya ia berkata : telah memberitakan kepadaku 30 orang Sahabat-sahabat Rasulullah Saw. "Sesungguhnya siapa-siapa yang mengerjakan shalat pada malam ini yakni (malam Nisfu Sya'ban), maka Allah memberi kepadanya 70 kali penglihatan dan Allah memberi kepadanya pada setiap penglihatan 70 kebutuhan, pemberian yang paling rendah adalah ampunan Allah Swt.

Shalat Nisfu Sya'ban dilaksanakan pada malam 15 bulan Sya'ban. Pada malam ini, ditutuplah "Buku Catatan Perjalanan Hidup" setiap manusia. Dan akan dibuka lembaran buku baru untuk tahun yang akan datang.

Kita berharap, akhir dan awal dari lembaran buku catatan hidup kita diisi dengan amal kebaikan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan Shalat sunat Nisfu Sya'ban.

Shalat ini sebanyak 100 rakaat, 1000 (Surat Al-Ikhlas) qulhuwalloohu ahad.

Niatnya:

Usholli sunnatan nisfu sya'ban rok'ataini (imaaman/ma'muuman) lillahi ta'alaa. Allaahu akbar

"Aku niat shalat sunat nisfu sya'ban 2 rakaat (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allahu akbar".

Banyaknya: 100 rakaat (50 kali salam), lebih baik berjamaah.

Bacaannya: Setiap rakaat setelah Fatihah membaca surat al-Ikhlas (Qulhu walloohu ahad) 10 kali.

Waktunya:

Setelah shalat sunat ba'diyah Maghrib, kemudian dilanjutkan setelah Isya (Fardhu Maghrib, dzikir, ba'diyah Maghrib, Nisfu Sya'ban, (masuk Isya), shalat sunat qobliyah Isya, Fardhu Isya, Ba'diyah Isya, dzikir,
(lanjutan Nisfu Sya'ban).

Do'a setelah shalat sunat Nisfu Sya'ban:
Artinya:
"Ya Allah, Tuhan yang membangkitkan dan tak ada yang sanggup membangkitkan kecuali Dia, ya Tuhan yang Maha Luhur dan Agung dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti. Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/ tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan-Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata- kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad saw.), "Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly". Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya'ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala'i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah".

Semoga bermanfaat

Sumber:
- Amalan TQN PP. Suryalaya
- Bimbingan Ibadah
READ MORE - Sholat Sunnat Nisfu Sya'ban

Tuesday, June 10, 2014

Ide-Ide Sedekah di Bulan Ramadhan

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Sebenarnya tulisan ini hasil BBM teman saya yang saya posting. Karena menurut saya isinya sangat menarik untuk dibaca serta diamalkan di bulan yang penuh berkah ini.

  1. Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jama'ah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Dan akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya.
  2. Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu sedikit untuk disumbangkan untuk berbuka bersama anak yatim, dhuafa, para penghuni panti jompo, penjara atau saudara yang terabaikan.
  3. Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukkan uang receh 3-5 ribu ke dalamnya, jika sudah genap satu bulan, buka kotak itu dan bersedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulannya.
  4. Letakkan meja kecil di depan pagar rumah atau di pinggir jalan yang biasa orang berlalu lalang, letakkan diatasnya air mineral dan kue-kue untuk berbuka. Beri tulisan "Silahkan ambil gratis".
  5. Jika ada waktu luang, ajak anak-anak, adik, kakak, dan teman-teman membagikan kurma dan air mineral di pinggir jalan raya. Berikan kepada penumpang angkot yang mungkin tidak sempat berbuka di rumah.
  6. Mumpung bulan puasa, belilah mushaf (Al-Qur'an) letakkan di salah satu masjid agar orang yang bertadarus dapat menggunakannya. Bayangkan berapa pahala yang akan kamu dapat pada setiap huruf yang mereka mau membacanya.
  7. Jangan biarkan kamu tertidur, melainkan telah kau ampuni setiap orang yang telah berbuat buruk kepadamu (menggibahi, mengadu domba dan mendzalimimu)
Semoga bermanfaat dan semoga kita semua dapat mengamalkannya. Amin
READ MORE - Ide-Ide Sedekah di Bulan Ramadhan

Wednesday, June 4, 2014

Jangan Berputus Asa Saudaraku...

This post is dedicated to my sister (DJD)

Saudaraku.. Kita harus terus bertawakkal kepada Allah, Dan terus berprasangka baik padaNya. Karena sesungguhnya Allah tergantung prasangka hambaNya. Jangan pernah menyerah dan berputus asa dari pertolongan dan rahmatNya. Pasrahkan kepada Yang Maha Hidup lagi memperhatikan makhlukNya, Pasrahkan kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Mintalah pada Nya agar diberi pertolongan, taufiq, dan ketabahan. Dan membukakan untukmu jalan keluar.

Suatu hari Rasulullah SAW memasuki masjid dan melihat Abu Umamah. Beliau bersabda: "Wahai Abu Umamah, kenapa engkau duduk di masjid sementara ini bukan waktu sholat?" Dia menjawab: "Ya Rasulullah, aku dilanda kesulitan dan terlilit hutang." Rasulullah bersabda: "Maukah engkau kuajarkan sebuah doa? Apabila kau baca maka Allah SWT akan menghilangkan kesedihan dan melunasi hutangmu." Bacalah doa: 
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari Al-hamm dan Al-hazn. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia."

Doa yang indah dan mengandung keberkahan, doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW, doa yang mustajab atas izin Allah. Tidaklah seorang hamba berdoa demikian, yakin dengannya, dan memahami maknanya. Melainkan Allah akan meringankan dan memberinya jalan keluar. Abu Umamah berkata: "Setelah membaca doa tersebut , Allah berkenan menghilangkan kesedihanku dan membayar lunas hutangku."

Al-hamm adalah apa yang membebani pikiran dari sesuatu yang belum terjadi. Dan Al-hazn dari sesuatu yang telah terjadi. Dua keadaan ini sudah tercakup di dalamnya. Kerisauanmu terhadap apa yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Dia memerintahkan agar engkau berlindung padaNya. Karena manusia itu lemah, dia selalu diliputi kekhawatiran sepanjang hidupnya. Tidaklah dia keluar dari satu kekhawatiran, melainkan masuk pada kekhawatiran yang lain. Tidaklah dia selamat dari satu kesulitan, melainkan dia bertemu kesulitan yang lain.

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (Q.S. Al-Balad: 4)

Tiada yang dapat mengusir rasa khawatir, dan menghilangkan penderitaan kecuali Yang Maha Hidup dan Mengurus makhlukNya, Yang Tidak Pernah Tidur dan Mengantuk.

Saudaraku.. 
Allah menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu dan memberimu kesabaran diatas musibah.
Allah menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu sehingga hatimu kembali tunduk pada Nya.
Allah menginginkan kebaikan untukmu saat Dia mengujimu saat engkau mengalihkan perhatianmu padaNya sehingga engkau menghadapNya karena kesedihanmu, dan mengadu padaNya diatas kesulitanmu.

Dan engkau pun berkata:
"Wahai Tuhanku, kepada siapa Engkau meninggalkanku? Apakah ke orang lemah yang membenciku? Atau kepada musuh yang diberikan kuasa atas diriku?"

Sehingga engkau berdoa:
Ya Allah.. Wahai yang menjawab kesusahan disaat mengadu
PadaMu aku mengadu, padaMu aku berlindung, Wahai Yang Maha Agung
Ya Allah.. Zat yang menghapus musibah dari Ayyub dan yang menghilangkan kesulitan dari Yunus, dan Engkau menghilangkan kesulitan dari hambaMu, dan menghapus segala musibah. Hapuslah kesulitanku, dan hilangkan kesedihanku. Jangan jadikan aku hambaMu yang sengsara.
Ya Allah.. jangan Engkau halangi kebaikan dariMu, akibat keburukanku.

Saudaraku.. Teruslah berdoa, dengan penuh ketundukan.
Sesungguhnya kasih sayang Allah melebihi kasih sayangmu pada dirimu sendiri! Jika engkau memanjatkan doa seperti ini, dari hati yang mengimani Allah. Yakinlah, bahwa Allah tidak akan mengecewakanmu. 
Jika seorang hamba memohon dengan ikatan kuat pada Allah dan tulus dalam doanya maka pintu langit akan terbuka untuknya.
Jika ia meminta pada Allah, tulus dari hatinya dan musibah menimpa dirinya berupa penyakit fisik dan kesedihan.
Ketika dokter telah memeriksa penyakitnya, dan derita menderanya atau kesulitan keluarga menimpanya.
Disaat harusnya dia tertawa, namun musibah membuatnya menangis, kesulitan membuatnya menangis, dan membuatnya guncang.
Jika seorang hamba telah sampai pada titik ini, maka ia akan hadapkan dirinya kepada Yang Maha Besar, dengan tulus dan keyakinan, inilah tujuan dari sebuah ujian.

Tujuan dari ujian adalah agar engkau lari menuju Allah
Tujuan dari ujian adalah agar seorang hamba mengadu padaNya sehingga hamba tersebut menghadap kepada Allah

Jika hutang terlalu berat, ingatlah Yang Maha Kaya, ingatlah Allah, yang lebih hebat dari hutang tersebut dan lebih hebat dari apapun.
Jika kesulitan menimpa keluargamu, ingatlah bahwa Allah mendengarmu. Allah Maha Melihat, Allah Maha Penyantun, Allah Maha Pengasih.

Maka berdoalah:
"Ya Allah.. Engkau Maha Tahu keadaanku, kelemahanku, dan apa yang kubutuhkan."
"Ya Allah.. padaMu aku datang, dan padaMu aku mengadu"
"PadaMu aku meminta pertolongan, dan padaMu aku bersandar"
"Aku yakin Engkau memelihara segala urusanku, dan aku berlindung padaMu"
"Aku yakin dan berserah diri padaMu"

Jika engkau memanjatkan doa ini, maka pintu langit akan terbuka. Jika engkau menjawab musibahmu dengan doa ini maka engkau berhak dihapuskan musibahmu dan segala beban diringankan. Sesungguhnya jika Allah membantumu, maka bantuan akan datang dari arah yang tak terduga

Saudaraku..
Saat dunia tidak mendukung seorang hamba,
Saat orang-orang mengecewakanmu,
Saat yang dicintai dan karib meninggalkanmu,
Saat kau berharap pada manusia, dan mereka mengecewakanmu,
Saat kau menaruh harapan pada selain Allah, dan mereka tidak memenuhi harapanmu. Pada titik ini, ketahuilah bahwa Allah ingin agar engkau beralih padaNya.
Orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang menghadapkan wajahnya pada Allah
Orang yang paling bahagia di dunia adalah orang yang mentautkan hatinya pada Allah

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya pada Allah, dan dia pun mengerjakan kebaikan.” (Q.S. An-Nisa: 125)

Saudaraku.. Yakinlah bahwa bantuan akan datang dari Allah
Ketika manusia menghinamu, ketahuilah bahwa bukan mereka yang membuat engkau mulia atau hina
Ketika manusia mengejekmu dan engkau memelas pada mereka, maka ketahuilah bahwa mereka tidak memiliki daya memberi manfaat maupun mudharat. Mereka tidak memiliki daya untuk memberi kehidupan dan menghidupkan kembali

Dan jika penderitaan dan masalah menimpamu, menimpa keluargamu dan orang yang kau cintai, jika musibah dan hinaan manusia begitu hebatnya maka ketahuilah bahwa engkau memiliki Allah yang tidak pernah mengecewakanmu. Engkau memiliki Allah yang menerima segala keluhan. Dan engkau memiliki Allah yang mendengar segala yang rahasia dan tersembunyi. Dan engkau memiliki Allah yang menunjukkan kasih sayangNya padamu, dan menyukai saat engkau meminta padaNya, saat engkau beralih dan memohon padaNya.

“Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan selain Allah?” (Q.S. An-Naml: 62)

Allah menyebutkan musibah yang menimpa Ayyub, dan berfirman:

“dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang.” (Q.S. Al-Anbiya: 83)

Ayyub berdoa pada Allah, saat dia mengadu, saat musibah dan kesakitan menimpanya. Ayyub berdoa padaNya dengan Nama dan SifatNya. “aku telah ditimpa penyakit”, ini permasalahannya. “aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang”

“Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Q.S. Al-Anbiya: 84)

Sebagian Ulama mengatakan, “peringatan bagi semua yang menyembah Allah” artinya jika engkau berdoa pada Allah dengan keyakinan sebagaimana Ayyub, maka engkau akan mendapatkan jawaban yang sama sebagaimana Ayyub. Ini adalah sesuatu yang harus diingat dalam setiap musibah. Setiap kali engkau ditimpa musibah pada keluargamu, harta dan kesehatanmu.


Mungkin sebelumnya kehidupanmu sejahtera, aman di rumahmu, hidup sehat, dan hidangan bergizi tiap hari sampai Allah mengujimu. Dan segala masalah dan bencana menimpamu. Hutang yang mengejarmu dari berbagai penjuru. Setelah kehidupan yang sejahtera, kau merasa hidupmu sempit dan dalam kesulitan. Lalu engkau merasa hidupmu dalam keadaan prihatin dan mengkhawatirkan. Engku dihadapkan pada keprihatinan dan terlilit hutang. Maka dunia menjadi sempit buatmu, dan hanya Allah yang mampu meluaskannya. Hanya Allah yang menyayangimu daripada dirimu sendiri untuk menghilangkan kesulitanmu. Jika engkau tulus pada Allah, maka Dia akan mengabulkan.

Tidaklah seorang hamba berdoa dengan tulus ketika musibah menimpanya kecuali Allah memberinya salah satu dari dua perkara:
- Jika Allah mengetahui bahwa kesulitannya lebih baik diangkat, maka Dia akan mengangkatnya segera.
- Dan jika Allah mengetahui bahwa kesulitan tersebut belum saatnya diangkat, maka Allah akan memberinya keyakinan, iman, dan ketundukan sehingga dia merasakan penghambaan yang penuh nikmat dan bahagia serta menghapus dosa-dosanya. 

Sumber:
Tausiyah Ust. Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi
READ MORE - Jangan Berputus Asa Saudaraku...